Just a Little Dee

SUMBER KEHIDUPAN

(Jalaludin Rumi)

Salinan-salinan yang buram keluar dari Surga,
Lukisan-lukisan duniawi yang pucat dicipta ‘tuk binasa,
Duka apa ini meski keindahanmu jadi hancur
Namun yang memberi tetap selamanya bertahan?
Oh, jangan sakiti hatimu dengan derita yang sia-sia:
Seluruh percakapan yang tinggi memikat telinga yang terpukau,
Segala pemandangan tersepuh emas, semua tindakan berani
cemerlang
Akan hilang – musnah, meski tak seperti yang kita takutkan.
Selama mata air kehidupan terus mencurah,
Tiap aliran yang kecil mengalir penuh ke induknya.
Karena baik aliran maupun sumber dapat selamanya mengalir,
Alangkah bodohnya ketakutanmu, betapa keluh kesahmu sia-sia!
Apakah sumber ini, inginkah engkau mengetahui benar-benar?
Jiwa yang menyebabkan segala sesuatu diciptakan.
Pasti sungai-sungai tak akan berhenti mengalir
Sampai terbungkam sumber-sumber keabadian
Selamat berpisah, dan dengan pikiran tenang
Minumlah lagi dan lagi: biarlah yang lainnya suka menganggap
Mungkin dapat menemukan saluran yang kering
Atau mengukur aliran yang tak dapat diukur.
Dunia yang hina ini diberikan kepadamu untuk sementara.
Tersedia sebuah tangga yang dengannya emngkau dapat bercita-cita;
Dan langkah pertamamu, berjuang untuk terus mendaki,
Dari mineral ke tumbuhan; lalu ke tingkat yang lebih tinggi.
Ke kehidupan hewan; lantas, Manusia
Berpengetahuan, berakal, beriman. O sungguh tujuan yang
sangat mengagumkan!
Tubuh ini, dari remah-remah debulah ia berasal
Betapa indahnya terbentuk segala kesempurnaan!
Namun perjalananmu belum berhenti sampai di sini: engkau akan menjadi
Malaikat yang bijak dan tempat tinggalmu di Surga.
Teruslah berusaha, akhirnya terjunlah ke dalam Samudera yang luas, sehingga
Tetesanmu yang sedikit membuat lautan-lautan meluap tujuh kali tujuh lipat.
“Putera tuhan!” Tidak, tinggalkanlah kata yang tak dapat disebutkan itu;
Katakanlah: “Tuhan adalah Yang Maha Esa, Yang Maha Suci, Kebenaran yang satu.”
Apakah mesti bingkai dirimu akan menjadi layu, tua, dan mati,
Jika jiwa tetap muda, segar, dan abadi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s