PENGEN KAYA….??

Pada suatu senja yg biasa, aku, Papa, Mama, mengadakan FGD (Focus Group Discussion). Bukan rapat terbatas pemegang saham, hanya sebuah diskusi kecil terkait keluhan masalah keuangan adik perempuanku, yg notabene tahun lalu menikah&sdh dikaruniai momongan.

Adikku mengeluh karena pendapatan lebih kecil daripada pengeluaran mereka. Tentu saja aku, Mama, Papa heran. Bagaimana bisa? Gaji iparku memang hanya 1,2juta. Tapi mereka punya pendapatan sampingan yg potensial bertambah. Pendapatan sewa kamar kost. Kalau dihitung total dg gaji iparku bisa hampir 3jt. Utk hidup di pinggiran surabaya kami pikir itu cukup. Lebih dari cukup kalau hanya utk memenuhi kebutuhan pokok. Tapi kenapa masih dirasa kurang?

Usut punya usut ternyata mereka belum bisa meninggalkan life style masing-masing yang konsumtif. Ya pastilah… Udah tahu pendapatan kecil, nafsu konsumtifnya masih aja digedhe-in. Aneh…

Hmmm… Padahal ada satu cerita lagi. Dimana aku mengenal sebuah keluarga yg teramat sederhana. Pendapatan mereka tidak pernah pasti. Tapi yg jelas suami istri bahu membahu tak pernah berhenti berusaha. Tahu tidak, mereka hanya berjualan sepatu&sandal yg digelar seadanya di trotoar. Tidak pasti siapa yg mau beli. Terkadang juga berjualan sayur yg juga digelar seadanya di pasar.

Aku berpikir, manalah cukup untuk hidup. Apalagi anak dua sudah masuk usia sekolah. Tapi bener deh aku heran, karena nyatanya mereka selalu bisa keluar dari masalah. Menyekolahkan anak atau mengontrak rumah tinggal yg layak untuk keluarga.

Ada lagi. Aku mengenal keluarga kecil beranggotakan suami, istri, dan seorang anak yg masih 2tahun. Suami hanya seorang kuli bangunan dg pendapatan sekitar 500rb an. Kuli bangunan musiman. Kalau sdg tdk ada borongan ya jobless. Istrinya kerja sbg pembantu rumah tangga tidak tetap di keluargaku (Hehe….).

Kalau pendapatan suami istri dikumpulkan bisa sampai sekitar hampir 900rb an. Menurutku sih itu cukup utk hidup sederhana di kota kecil macam kediri. Apalagi anak mereka msh kecil. Rumah pun tdk perlu kontrak karena numpang keluarga. Hanya saja kenapa masih merasa tidak cukup? Sehingga utk menutup kekurangannya mereka berhutang kesana kemari. Gali lubang tutup lubang. Heran…

Kawan, cukup itu memang relatif. Orang miskin bs merasa cukup dan yg kaya masih saja tidak cukup. Aku tidak sedang membicarakan mana yg lebih baik antara kaya syukur&miskin sabar.. Tapi aku sedang membicarakan semacam sikap positif yang mutlak adanya.

Sikap positif itulah yang tdk ada pada keluarga kecil adikku sehingga sulit membendung ego utk mengubah life style. Sikap positif itu juga yg tdk ada pada keluarga PRT ku sehingga keuangannya tidak ter-manage dg baik sampai harus gali lubang tutup lubang.

Tapi sikap positif ada pada keluarga penjual sepatu. Profesinya nyaris tdk berubah slama beberapa tahun. Tapi mereka bs survive.

Memang perjalanan hidup yang dilalui setiap orang tidak ada yang sama. Semua menjalani proses yang sudah digariskan Allah Ta’ala. Dan tiap orang bebas memilih dan menentukan masa depannya. Mau menjadi orang yang mengeluh dan merasa kurang dari kecukupannya atau merasa cukup dalam kekurangannya.

Sekali lagi cukup adalah soal relatif. Tapi tahukah kawan apa sikap positif yang absolut mutlak ada itu? SYUKUR. Beber-bener inilah sikap positif yang mutlak ada. Karena dengan bersyukur akan menjadikan kita lebih mampu bergerak maju untuk menggapai mimpi dan mengatasi segala persoalan hidup. Syukur juga menandakan bahwa kita masih percaya bahwa Allah T’ala masih menjaga kita dan tidak membiarkan hambaNya kekurangan.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasKami akan menambah nikmatmu dan jika kamu ingkar, maka azabku sangat pedih.” (QS. Ibrahim 7)

Janji Allah bukanlah omong kosong. Allah Maha Kaya, dan tentu bukah hal yang mustahil. Tidak hanya dengan syukur muncul sikap positi-positif yang laen, tapi ternyata dengan syukur, Allah akan menambah nikmat kita. Syukuri saja semuanya. Termasuk juga kenapa Allah memberi kita kesempatan menghirup kebebasan. Tidak ada sesuatu pun yang ada di kita yang terlepas dari milik Allah.

Terakhir, mengutip pesan Papa tersayang : “Urip ing donyo iku mung perlu nglakoni 3 perkoro. Syukur, Sabar, Ikhlas.” (hidup di dunia ini hanya perlu menjalankan 3 perkara: syukur, sabar, ikhlas.) ^_^

***** tafakur, biar lebih bersyukur****

2 thoughts on “PENGEN KAYA….??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s