WAJAH SEPAKBOLA NEGERIKU

Nonton sepakbola Indonesia, aghh… Nggak banget! Males. Aku memang bukan murni penggemar sepakbola. Bukan maniak. Termasuk yg pilih-pilih pertandingan mana yg aku ikuti. Aku katakan bhw dilihat dari sisi manapun, sepakbola Indonesia (timnas maupun liga) sangatlah tdk menarik.

Ritme permainan, tentu tdk bisa disamakan dg liga-liga Eropa. Indonesia is so slowly. Alih-alih bukannya pemain memainkan bola,malah bola yg mempermainkan pemainnya. Memang kualitas pemain kita msh perlu diasah lagi. Berharap bngt pemain aktif memainkan bola, bukan pasif nunggu oper-an bola. (peace dah!^_^)

Belum lg klub-klub daerah yg slalu merengek-rengek minta duit APBD. Padahal kalau diberi pun pertanggungjawaban pengurus tidak jelas. Lhah! Itu uang rakyat! Mending buat nambal jalan yg bolong2 drpd dihibahkan ke klub sepakbola.

Kadang aku bertanya-tanya, kenapa (maaf) Djarum bnyk mensponsori sepakbola yg notabene tidak berprestasi? Yach! Itu kepentingan pun pasti sdh mempertimbangkan untung ruginya.

Belum lagi masalah wasit (baca : mafia wasit), PSSI, BLI, itu juga potensi menyimpan masalah. Tinggal menunggu meledaknya aja.

Dan hal paling woww… Ngeri! Adalah fanatisme penontonnya. Nggak terhitung berapa kali rusuh penonton baik di luar atau di dalam stadion. Sebabnya karena gak puas hasilnya (tim nya kalah), protes putusan wasit, gak puas permainan tim nya, dan entah apa lagi. Sangat tidak dewasa penontonnya. Emang kalian dapat apa sih kalau rusuh-rusuh begitu? Emang kalau rusuh, hasil pertandingan bisa berubah apa? Apakah dg rusuh-rusuh begitu sepakbola kita bisa makin berprestasi? Pikir donk?!

Di eropa pun terjadi juga fanatisme yg memicu hal-hal negatif. Betapa ingat holigan yg suka bikin kacau. Tapi skrg sdh ga begitu amat krn sistem keamanan di Inggris yg demikian brilliant mampu meredam. Petugas mengawasi penonton. Tidak seperti di Indonesia, petugasnya mengikuti pertandingan. Haha! Oalah… (Mumpung gratis ya pak polisi?)

Aku memang hanya orang luar bagi sepakbola negeriku. Pun aku telah memilih utk tidak nasionalis dlm hal ini. Dan memang aku hanya penonton. Penonton itu adalah yang menonton. Maka kalian penggemar sepakbola Indonesia, please jangan teriaki aku atas pilihan dan penerawangan subyektifku ini. Terima kasih!

Salam damai sepakbola Indonesia. ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s