SEKOLAH DEMOKRASI – Catatan Pribadi Pilwali 2008

Kediri- 24 Oktober 2008

 

Masih seputar pilwali guest, tapi aku pengen crita about my family.

Keluargaku yang punya hak pilih pada pilwali kali ini ada 6 orang. Taukah anda, bahwa dari 6 orang itu kami punya pilihan yang berbeda satu sama lainnya? Hehe… Gak biasa aja sih. Karena keluarga temen-temenku biasanya seragam untuk urusan afiliasi politik. Yah… maklum saja. Karena pilwali kali ini kandidatnya aja ada 8 orang. Itu sudah sangat cukup buat kami untuk menentukan pilihan sesuai dengan keyakinan kami masing-masing. Mama papa aja nggak sama. Kita – anak-anaknya boleh beda juga donk…

Di rumah ini lah aku belajar berdemokrasi.Walaupun kadang terkesan permisif ataupun terkesan sangat bebas, tapi itu hanyalah efek dari sebuah konsekuensi pilihan hidup. Untuk hal-hal yang menyangkut kepentingan bersama, maka harus melalui mekanisme musyawarah. Sedang untuk kepentingan pribadi, adalah hak masing-masing untuk menentukan pilihan.

Di rumah inilah aku belajar bahwa hidup adalah konsekuensi dari pilihan-pilihan kita. Bila kemudian ternyata baru kita ketahui bahwa pilihan kita itu salah, disitulah letak pembelajarannya. Kesalahan pada akhirnya bukan untuk disesali tapi dijadikan pelajaran untuk melangkah ke depannya.

Di rumah inilah aku belajar bagaimana menghargai perbedaan. Walau terkadang dengan keras kepalanya aku dan keinginan yang kadang maunya dituruti, tapi aku tau bahwa masing-masing pribadi dari keluargaku berbeda satu sama lainnya. Maka hargailah.

Sekaligus di rumah ini juga aku mengenal kebebasan. Memang bebas itu tak pernah mutlak. Tapi setidaknya aku tahu bahwa jiwa ini, pikiran ini tak bisa terikat dan akan terus mengembara. Seperti manusia yang selalu haus akan ilmu sementara ilmu Allah itu luas dan gak akan pernah ada habisnya.

Di luar rumah aku boleh saja terikat atau mempunyai cara pandang tertentu. Tapi di dalam rumah, jangan kira bisa membawa masuk ikatan tadi. Misalnya urusan afiliasi partai politik. Orang serumah juga tau aku ikut afiliasi yang mana. Orang serumah juga tau afiliasiku seperti apa. Tapi jangan coba untuk menanamkan pengaruh ke orang rumah, alias gak boleh kampanye di rumah. Hehe… :D

OK! Thank a lot Mommy & Daddy. I love u all…

One thought on “SEKOLAH DEMOKRASI – Catatan Pribadi Pilwali 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s