Don’t Go!

Aku suka gunung. Bagiku gunung tempat yang asyik untuk berkontemplasi. Tempat yang cocok untuk sesaat menemukan kedamaian.

Aku suka gunung. Karena ketika aku dipuncak, berasa betapa aku ini perkasa. Aku kuat. Aku tangguh. Aku kokoh.

Aku suka gunung. Karena disinilah sepertinya nyawaku kembali penuh.

Di jakarta nggak ada gunung. Kalau pun ada paling2 Gunung Agung (TB) atau gunung Sahari (Jalan). Tapi di jakarta banyak tempat yang tinggi. Banyak gedung-gedung yang menjulang. Dan aku juga suka.

At this time…. Aku diatas gedung. Walaupun cuma dari lantai 17 sudah bisa kulihat penuh Jakarta sekitar bundaran HI. Dan aku suka.

Aku diam… kemudian tersentak. Kenapa aku ingin meninggalkan kota yang angkuh tapi indah ini? Kenapa ingin kutinggalkan kota yang selalu bernyawa ini? Apa aku tak salah?

Lihatlah… Kota ini selalu berdenyut tanpa henti. Selalu bernyawa.

Lihatlah… Kau bisa begitu perkasa dan tinggi diatas sini.

Lihatlah… Bukankah ini hal yang selalu ada dalam benakmu. Denyut yang tak kan berhenti. Nafas yang tak akan terputus.

Tapi kenapa ingin kau tinggalkan, dee? Sedangkan kau tau pasti akan lebih banyak tangismu kala kau pergi dari sini. Sedangkan kau tau pasti akan banyak sekali lelah yang akan kau curahkan disana nanti. Kenapa pergi??

Disini indah, dee…

Disana kau hanya akan menjemput ketidakpastian. Don’t go!! Please don’t go…

Disini pun kau punya sejuta cinta. Don’t go, dee….

Jakarta… I will miss u, maybe. Tidak seperti Malang yang kutinggalkan dan kemudian tidak ingin aku kembali. Maybe someday I’ll back again. Maybe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s