FLYER kuwi opo?

Flyer . Nggak semua dari kita nyadar bahwa sebenarnya kita niy dah banyak bersentuhan dg media yang satu ini. Dari mulai promosi acara musik, bazaar, cafe, hingga… rokok!! Mungkin karena dibuat untuk tidak bertahan lama, kita kadang-kadang menganggap remeh ‘karya seni’ yang satu ini, namun untuk sebagian orang justru sebaliknya. Flyer menjadi barang wajib untuk dimiliki bahkan dikoleksi. Kegunaan selanjutnya? Tentunya beraneka ragam, mulai dari sekedar disimpan karena visualnya yang lucu-lucu, penghias dinding kamar, atau bahkan menjadi benda komersial untuk diperjualbelikan kepada kolektor flyer karena desainnya yang langka atau karena yang membuat adalah desainer terkenal.

Pada mulanya flyer hanyalah sebuah media promosi instan dan murah, yang biasanya dibagikan secara cuma-cuma, beberapa saat sebelum event/acara tertentu akan berlangsung. Namun dalam perkembangan selanjutnya flyer tidak lagi hanya sebatas pada promosi acara melainkan merambah menjadi salah satu media promosi produk tertentu.

Ada berbagai macam versi yang menarik tentang asal usul flyer. Alkisah, nama flyer sendiri diambil dari cara mereka mendistribusikan selebaran ini pada era Perang Dunia 1, yaitu dengan menebarkannya dari atas pesawat! Dari atas!!Wah..Hebat! Pada masa itu flyer menjadi alat propaganda yang sangat efektif. Iyalah gimana gak efektif?!! Distribusinyanya aja oleh angin, yang bisa menjamah seluruh kawasan. Kebayang kan gimana ramenya hujan kertas tersebut.

Lalu apa isi dari flyer? Yang pasti berbeda-beda, tergantung pada kepentingan dari penggunaan flyer tersebut. Namun satu unsur utama yang dominan adalah informasi. Baik itu dalam bentuk teks maupun visual. Flyer pada dasarnya memang dibuat untuk memberitahu dan sekaligus  sebagai alat pendekatan yang persuasif, untuk mengajak atau bahkan membentuk opini bagi orang banyak. Fomatnya juga beraneka ragam, mungkin kalau jaman dulu bentuknya paling-paling hanya segi empat dan ukurannya kurang lebih seukuran kartu pos standar tapi kalau sekarang..hmmm..jangan heran, macem-macem!! Aneh-aneh malah! Yang segi empat aja, berukuran mulai dari A4 sampe sekecil kartu nama, bahkan ada yang bentuknya asimetris. Tapi gimana pun formatnya satu hal yang khas dari flyer adalah masa berlakunya. Flyer biasa dibagikan beberapa saat sebelum sebuah kejadian/event berlangsung dan lewat dari masa itu, informasi yang disampaikan sudah tidak ‘up to date’ lagi alias basi!….kelemahan? belum tentu! Justru hal inilah yang memungkinkan para desainer untuk bereksperimen. Pada ruang dan media yang instan ini, mereka dimungkinkan untuk bereksperimen dan menciptakan inovasi-inovasi visual yang menarik. Seperti halnya teori desain packaging, flyer pun memilki kesempatan hanya 1/5 detik untuk ‘menangkap’ mata si target audience. Para desainer pun berlomba-lomba untuk membuat desain yang paling eye catching dan memorable.

Perkembangan flyer yang sangat menarik adalah yang terjadi pada dunia clubbing/rave. Flyer mereka biasanya menginformasikan acara-acara dalam scene tersebut, baik itu tema, tempat, waktu ataupun dj yang akan tampil. Mengapa flyer menjadi penting disini? Secara historis, hubungan antara flyer sebagai media promosi sebenarnya sangat dekat dengan dengan dunia musik/klub. Bila sedikit menilik ke era 60-an, dimana pada saat itu industri musik (eropa-amerika)merupakan sebuah industri yang sedang tumbuh. Dan karena pendanaan yang terbatas, kemudian para promotor dan clubbers mencari alternatif media yang riil. Flyer kemudian menjadi opsi ‘pencerahan’, karena dengan promosi yang disampaikan langsung ke tangan audiens yang dituju, flyer menjadi strategi marketing yang relatif murah tetapi efektif. Itu pulalah pola yang terjadi pada flyer dalam dunia rave saat ini.

Menariknya lagi, semejak para desainer ‘anonymous’ ini bekerja untuk para promotor dan para pemilik klub, desain dari flyer ini menjadi responsif terhadap perkembangan style dan gaya dari scene/klub tersebut. Kebanyakan para desainer flyer ini juga seorang clubber, sehinggga mereka tau persis apa yang akan mereka buat. Hal ini jugalah yang menjadi salah satu pemicu munculnya ide-ide segar dalam flyer-flyer yang akan mereka buat, karena disini mereka bukan hanya menjadi desainer tetapi juga menjadi sang target audiens.

Desain-desain yang mengekspresikan gaya hidup mereka, semisal lansekap yang surealis, keriaan, dan penggunaan ikon kanak-kanakkan, ataupun yang mengandung tema science fiction, menjadi bahasa ekspresi yang penuh dengan etos potong tempel (cut and paste), eklektisme, dan juga ekspremintasi visual yang kental. Para desainer tersebut umumnya membuat ‘dekontruksi’ citra, misalkan pada deretan teks yang dipermak untuk menjadi bahasa rupa ataupun kebalikannya, dan inilah yang kemudian membuatnya menjadi menarik, bahwa dari selembar kertas yang bergambar ini, selain menghasilkan citraan yang atraktif, sekaligus melihat trend dan budaya yang sedang berkembang. Dalam kata lain flyer menjadi salah satu titik penentu perkembanan trend….hebat!!!

Apakah fenomena ini hanya terjadi di dunia club/rave saja? Tentu tidak. Kita lihat saja pada scene hardcore atau punk lokal kita, penggunaan media flyer menjadi pilihan yang sangat menyenangkan. Pergeseran fungsi flyer yang tadinya hanya populer di komunitas yang terbatas, diakui atau tidak kini telah mewarnai industri-indutri besar . Mulai dari promosi obral, launching produk baru, bazaar di tempat-tempat tertentu, dan masih banyak lainnya. Bahkan sekarang sudah tersebar satu rak khusus flyer. Siapa saja boleh mengambilnya dalam jumlah berapa pun!  Tentunya bagi si penyedia jasa flyer tersebut hal ini menjadi mesin uang produktif. Bagaimana tidak? Yang pasti mereka dibayar oleh perusahaan pemilik produk, namun di setiap flyer tersebt tercantum logo mereka. Secara otomomatis siklus promosi hand to hand akan terus berputar. WOW!!!! Bisnis yang menjanjikan, bukan?

Citra flyer menjadi sebuah komoditi? Tampaknya demikian. Dengan memanfaatkan citra visual progresif (yang biasa menjadi gaya desain flyer), konsumen diberi kemudahan untuk menyerap informasi produk ke dalan kehidupan mereka. Hal ini dapat diperhatikan dari flyer produk industri yang mulai ekspresif dan memanfaatkan gaya desain yang eksperimental, bukan lagi berisi informasi-informasi formal dalam bentuk teks saja, namun jauh lebih berkembang dan lebih bebas dalam berekspresi, baik secara estetika, maupun dasar fungsinya.

Pada akhirnya flyer sebagai media promosi, atau bahkan alat propaganda, memiliki kekuatan maha dasyat. Dengan lahan berekspresi dan berekspresimentasi secara visual, biaya produksi yang cenderung murah, dan tentunya efektif dan tepat dalam pendistribusian informasi, menjadikan flyer sebagai sebuah ‘alat’ yang sangat jitu! TWO TUMBS UP FOR FLYER!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Flyernya http://extraverage.net  ^_^

One thought on “FLYER kuwi opo?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s