Teknik Resampling Objek Gambar

Pada awal gawe dulu, sering banget di tempat kerja mengalami kejadian diprotes bagian pengadaan logistic karena desain yang aku bikin gambarnya “pecah”. Gubrakkkk!!! Prangggg!!! Krrrrkkkkk!!! Lho? Eh, bukan gitu pecahnya. Gambar pecah karena aku mengubah ukurannya menjadi lebih besar. Memang pada gambar digital yang tipenya bitmap itu terdiri dari pixel. Kalau kita lihat dengan zoom maka akan terlihat kotak-kotak kecil warna. Itu namanya pixel. Trus gmn caranya biar gambar yang mo kita resize td tu nggak pecah? (Ya hindari saja pake barang pecah belah😀 )

Pada artikel ini, kita akan mengenal metode resizing pada sebuah gambar yang dilakukan oleh software-software pengolah gambar yang sering kita gunakan.

Pixel berhubungan dengan resolusi. Bila kita memperkecil atau memperbesar suatu objek gambar pada software desain yang kita pakai, maka otomatis akan berpengaruh pada kualitas gambar tadi. Klo gambarnya diperkecil, berarti menambah jumlah ppi-nya (pixel per inch). Tapi inget, perubahan resolusi gambar tidak berpengaruh pada perubahan resolusi monitor. Memperkecil gambar nggak akan terlihat menurunkan kualitas gambar. Malah klo dicetak lebih bagus. Tapi kalau mau lebih jeli, sebenarnya objek tadi tu lebih kasar. Coba aja di zoom +. Yang sering jadi masalah tu adalah kalau mau memperbesar objek gambar.

Pada software aplikasi pengolah grafis seperti Photoshop, Fireworks, dll, hal tersebut dapat diperbaiki menggunakan metode resampling . Resampling adalah pembuatan pixel baru untuk memperbaiki gambar akibat resizing, hingga tampilan gambar menjadi lebih baik.

Menggunakan metode resampling, program aplikasi pengolah gambar akan menambahkan pixel-pixel baru diantara pixel yang diresize. Itung-itungan matematisnya program akan memperkirakan warna dan pixel baru untuk ditambahkan diantara warna pixel-pixel yang ada didekatnya. Prosesnya disebut interpolation. Pembesaran gambar dengan cara ini sebenarnya nggak mengubah resolusi dari gambar.

Metode dari resampling ini ada beberapa, tapi yang sering dikenal ada dua: Billinear dan Bicubic .

Billinear: Pada pembuatan pixel baru, metode ini mengacu pada 4 pixel yang berada di dekatnya, di bagian atas, bawah, kiri, dan kanan. Dari keempat warna pixel tersebut kemudian ditentukan pixel baru dengan warna yang merupakan warna campuran dari keempat pixel. Metode Billinear juga menggunakan antialias untuk menghindarkan penajaman pada sisi-sisi objek atau gambar. Hal ini akan mengakibatkan gambar akan bersifat soft atau sedikit blur.

Bicubic: Prinsip kerja dari bicubic pada dasarnya sama dengan Billinear tapi metode resampling yang digunakan mengacu pada 8 pixel yang terdapat disekitar pixel yang akan dibuat, pixel pixel tersebut adalah pixel yang digunakan pada billinear ditambah pixel-pixel diagonal pada pixel yang akan dibuat.

Nggak ada petunjuk baku soal penggunaan kedua metode ini, tapi menurut petunjuk dari sang maestro dan juga petunjuk di user manual software, pake aja Billinear untuk memperkecil gambar, dan Bicubic untuk memperbesar gambar. Of course kamu bisa bereksperimen dengan kedua metode ini, dan pilih aja metode yang menurutmu lebih baik.

Sebenarnya ada metode lain, tapi metode ini tidak termasuk menggunakan metode interportion, diantaranya adalah:

Nearest Neighbor : Sebenarnya resampling ini tidak menggunakan metode interpolation, tapi lebih pada penggunaan banyaknya warna tertentu pada suatu gambar.

Pixel Resize : Metode ini sama hasilnya seperti kamu memperbesar gambar dengan Zoom tool.

So… Semoga bikin dirimu dan diriku lebih paham lg tentang teknik interpolasi pada suatu gambar yang di-resize. Get try…😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s