LUKA-LUKA LAKI-LAKI HUJAN

Tuhan masih saja terus menebar rahmatNya ke bumi. Titik-titik air masih konsisten membasahi tanah yang telah semakin basah. Semakin larut. Semakin kelam. Merahnya langit dari pendaran jutaan kilo volt terang kota tak mampu kutangkap adanya. Terhalang kelam awan yang masih saja setia menempel di dinding langit.

Raung mesin kendaraan tak lagi seramai dan seporak-poranda tadi. Riuh nyaring klakson pengemudi yang tak sabaran pun sudah tak terdengar lagi.

Kunikmati titik-titik air yang merambat di kaca jendela rumah mungilku malam ini. Mengukir sebuah nama pada kaca yang berembun. Seraya mengintip lambaian pucuk-pucuk flamboyan yang gemulai di seberang jalan.

Aku jatuh cinta pada lelaki hujan. Cinta yang membawaku sampai ke negeri hujan tempat dia bersetia.

Kutatap penuh rindu goresan nama lelaki hujanku pada kaca jendela yang berembun. Hingga cairan hangat menetes dari sudut mataku. Aku menangis…

Cinta…

Apa itu cinta?

Ribuan kitab tentang cinta selalu bertutur indah

Pujangga-pujangga terlalu mahir berkisah

Orang bilang cinta itu oase

Aghh….

Tau apa mereka?

Aku jatuh cinta pada lelaki hujan

Cinta yang sesak penuh

Tapi pun tak seperti roman Romeo-Juliet

Juga tak seperti dongeng Cinderela

Kisahku tak tertutur dalam kitab manapun

Aku jatuh cinta pada lelaki hujan

Lelaki yang dengan telaten menyayat luka

Bahkan ribuan luka

Tapi sekaligus dia mengobati luka-luka itu

Aku jatuh cinta pada lelaki hujan

Bahkan hampa bila tanpa luka

Dan dia terus menggores luka

Lalu menyembuhkannya

Aku jatuh cinta pada lelaki hujan

Cintanya adalah goresan luka

Perih menyayat tak terperi

Berdarah-darah tertetes

Jutaan kubik air mata tercurah

Tapi aku cinta lelaki hujan

Serupa dia cinta melukaiku.

Suatu ketika aku merasa lelah yang amat sangat. Aku lelah dengan luka yang selalu digoreskannya. Terkadang luka lama belum sembuh benar, luka baru telah ditorehkan. Dan aku terlampau sakit…

Aku hanya perempuan biasa yang lemah. Dalam keangkuhanku, aku butuh pelindung. Perempuan yang tak ingin terluka. Andai saja lelaki hujanku mau berbagi payung di hari hujan bersamaku, atau memakaikan switternya padaku kala dinginnya malam. Menghadiahkan rangkaian bunga selamat pagi ketika kubuka mata. Aghhh… lelaki hujanku hanya bisa menggores luka. Dan aku telah lelah dengan segala luka. Pun dengan cinta yang sesak penuh ini.

Aku berlalu tanpa permisi. Meninggalkan lelaki hujanku. Meninggalkan pohon flamboyan dekat jembatan tempat kami sering bertemu. Meninggalkan negeri hujan.

Tak kusangka lelaki hujanku mengikutiku sampai stasiun pemberangkatan keretaku. Aku lemas. Tak kuasa menatap matanya.

Jangan pergi! serunya.

Tidak bisa. Aku akan tetap pergi.

Tapi aku membutuhkanmu.

Kau hanya butuh perempuan yang bisa kau lukai!

Tidak! Aku membutuhkanmu!

Kau hanya butuh melihatku berdarah-darah dan banjir air mata.

Tapi dirimu juga membutuhkanku. Aku selalu mengobatimu.

Iya. Tapi aku tak lagi butuh itu.

Kembalilah, jangan pergi…!

Maaf, aku harus pergi. Aku perlu waktu untuk bisa kuat di sisimu.

Kau akan kembali, kasihku?

Entah.

Kembalilah bila dirimu sudah kuat. Aku menunggumu selalu di hari hujan bawah flamboyan dekat jembatan.

Aku tak akan kembali untuk kau lukai.

Tidak akan, kasihku…

Dan kami berpisah membawa perasaan dan harapan masing-masing. Dia ingin aku kembali, sedangkan aku tak ingin kembali. Bila dia kehilangan, maka aku merasakan kebebasan. Aku bisa tersenyum sementara dia hanya melambaikan tangan dan menatapku hampa sampai hilang keretaku dari pandangan.

Berlalu dari pagi ke pagi. Malam ke malam. Hari ke hari. Hujan ke hujan. Tahun ke tahun. Waktu bergulir seolah tanpa kompromi. Kami benar-benar terpisah.

Namun luka ini tak juga tersembuhkan. Hari ini hari hujan kesekian yang kulewatkan sambil menahan sayatan luka yang semakin perih menganga. Hari hujan kesekian yang kulewati tanpa lelaki hujanku.

Waktu dan jarak tak jua membuatku kuat. Semakin aku berusaha menutup luka, semakin perih tak terperi. Aku memang hanya butuh lelaki hujanku. Pembuat luka sekaligus penyembuhku.

Aku kembali ke negeri hujan tanpa membawa harapan. Pun tak berharap bertemu lelaki hujanku. Apalagi berharap terobati luka-lukaku. Aku pasrah bila terus menahan perihnya luka.

Di suatu hari hujan di negeri hujan, kaki mungilku melangkah menuju pohon flamboyan dekat jembatan. Merah nyala bunganya telah nampak dari kejauhan. Dan aku hanya ingin duduk berpayung di kursi tua bawah flamboyan dekat jembatan. Memandang ke seberang dan mengenang lelaki hujanku.

Ketika semakin dekat, langkah kakiku terhenti. Sosok berpayung di bawah flamboyan itu teramat ku kenal. Serasa berdesir. Jantungku memompa lebih cepat. Tapi organ-organku yang lainnya serasa mati.

Kasihku… kaukah itu? Dia meloncat kegirangan dan berlari ke arahku serupa anak kecil yang merindukan ibunya. Tak peduli payungnya terlepas dari genggaman dan terbawa angin. Tak peduli hujan deras membuatnya semakin basah. Direngkuhnya aku dalam peluknya yang sesak penuh rindu.

Aku kehilangan kata dan mulutku tak mampu berucap.

Aku tahu kau akan kembali. Setiap hari hujan aku menunggumu disini. Terima kasih kau kembali, kasihku…

Kenapa kau menungguku?

Karena aku membutuhkanmu, kasihku. Butuh seseorang untuk merangkai hariku dan kulimpahi kasihku.

Tapi kasihmu membuatku terluka…

Tidak akan ada luka lagi. Ini janji lelaki hujan, kasihku…

Dan kenapa kau ini, sayang? Kenapa ada luka-luka di dirimu? Lihatlah semakin tirus pipimu. Siapa yang melukaimu?

Tidakkah kau sadar, kasihku. Kepergianmu membuatku luka dan tak ada penyembuh selain dirimu. Sama seperti lukamu ini yang tak juga tersembuhkan karena hanya aku penyembuhmu.

Maafkan aku…

Tetaplah disisiku, kasihku…

Cinta…

Apa itu cinta?

Ribuan kitab cinta selalu bertutur indah

Pujangga-pujangga terlampau mahir membius

Orang bilang cinta itu pelangi

Tapi cinta itu hujan

Aghh….

Tau apa mereka?

Aku cinta lelaki hujan

Cinta yang sesak penuh

Kurangkai sendiri kisahku

Dalam kitab yang tak ada akhir cerita

Aku jatuh cinta pada lelaki hujan

Luka yang pernah ada biarlah menjadi kuat

Aku kuat karena cinta

Cinta yang sesak penuh

Rindu yang meledak-ledak

Aku cinta kau lelaki hujanku

Mencintaimu dengan segala

Seperti hujan yang tak pernah bosan merangkai musim

Setiap goresan lukamu adalah cinta

Jika karena DIA dan hanya DIA andanya antara kita

Ijinku berterima kasih daripada menangis sedih

Meski derita rindu menyayatku

Jika derita bertemu cinta

Cukuplah ia jadi obatnya

Lukaku, perihku adalah rahmatNYA

Lukaku, perihku adalah untukNYA

Itulah bahagiaku.

Laqod kholaqnal insana fii kabad

Dan tunjukilah kami jalan yang lurus

Jalan orang-orang yang KAU pinjami kerahimanMU

Jangan menangis, kasihku… Dunia akhirat aku ada untukmu. Tetaplah teguh di sisiku…

Dan cintapun bertasbih dalam sujud panjang. Doa-doa terlantun semoga sampai ke arsy NYA. Amin dalam tahajud kami.

****************************************

Kediri ‘rain’, November 2009

#fiction #cerpen #tulisanlama #belajarnyastra

Aigghhh… Alhamdulillah. Akhirnya kelar niy tulisan. ^_^

NB :

“Demi diriku yang ada di tanganNYA. Tidaklah Allah menetapkan suatu takdir bagi orang mukmin, melainkan takdir itulah yang terbaik baginya. Jika mendapat kesenangan dia bersyukur dan jika ditimpa kemudharatan dia bersabar. Dan itu adalah kebajikan untuknya. Dan itu tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin.” (HR. Muslim & Ahmad) 

Repost : Kunjungan Habibie ke Garuda

Copas dari kaskus… Biasanya selalu aku telusuri nih kebenarannya tiap ada cerita yg beredar, kuatirnya hoax dunia maya. Tp utk yyg ini ogah ah repot2 investigasi. Karena baca ini semakin ngrasa ngenes ini indonesia. Makin bodo, makin tergilas, hadooohhh mbuh wes! (Esmosi)

Kunjungan Habibie ke Garuda
Berikut ini postingan menarik yang bisa menginspirasi kita semua untuk selalu bekerja keras dengan hati untuk menjadikan bangsa ini menjadi lebih baik. Sekedar share. Oh ya artikel ini saya dapat dari milis tangandiatas, yang kemudian saya pos ke website untuk berbagi dan mengisnpirasi kita semua.

 

 

Kunjungan BJ Habibie ke Kantor Manajemen Garuda Indonesia
Garuda City Complex, Bandara Soekarno-Hatta

12 Januari 2012

 

Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya(?), Adri Subono, juragan Java Musikindo.

Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.

Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.

Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).

Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?

Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung.

Dalam video tsb, tampak para hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN. Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250.

N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan………………

Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb:

“Dik, anda tahu…………..saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan……………..“Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, …….itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur………Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara. Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN.

Sekarang Dik,…………anda semua lihat sendiri…………..N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini. Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?’

Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.

Dik tahu…………….di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia………….

Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa…………….

Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua…………………?

Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun.

Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”

Pak Habibie menghela nafas…………………..

Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas;

Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang). Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin. Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG). Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan “track ball atau touch pad” sebagaimana kita lihat di laptop. N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.

Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama……………..

N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu………bahkan hingga kini.

Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir………….kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320.

Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya………………..

“Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia”.

“Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,

? Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten? C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis? D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!Itu saja!”

Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:

“Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik………….organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik………………”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu ………………………

“Dik, ……….saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ………..ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya…………saya mau kasih informasi……….. Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu……………………”

Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam………………………..seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.

Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan……………………

“Dik, kalian tau……………..2 minggu setelah ditinggalkan ibu…………suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu……… Ainun……… Ainun …………….. Ainun …………..saya mencari ibu di semua sudut rumah.

Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini…………..’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie’.

Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;

1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa!2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus……………3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.

Saya pilih opsi yang ketiga……………………….”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) …………………. ia melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun…………..dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia………….

Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat…………. saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia”

Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata…………………………

Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui…………………

Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang….. (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.

Dik, asal you tahu…………semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.

Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.

Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif……………….”

(pada kesempatan ini pak Habibie meminta sesuatu dari Garuda Indonesia namun tidak saya tuliskan di sini mengingat hal ini masalah kedinasan).

Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun rekaman apapun.

 

 

Jakarta, 12 Januari 2012

Salam,

Capt. Novianto Herupratomo

Saat Aku (Sudah) Menikah

Dan tak terasa sudah hampir 4 bulan aku menjadi istri dari seorang yang padanya aku bersedia mencinta dan mengabdi. Ikrar setia itu kami ucapkan dihadapan orang tua kami dan juga bapak penghulu di Kediri, 9 Juli silam.

Unpredictable… That’s life. Di bulan Oktober setahun yang lalu, dalam sebuah diskusi kecil ttg pernikahan, aku katakan ‘Pernikahan itu bukanlah siapa mengintervensi siapa. Bukan soal istri yang bersedia masuk ke dalam dunia suami, atau sebaliknya. Karena dengan menikah itu dunia kita benar-benar baru.’ Dan kalimat itu terperhatikan oleh seorang yang Alhamdulillah sekarang menjadi suamiku.

Dalam usia pernikahan yang masih sangat segar ini, kami telah mulai dan sedang membangun sebuah dunia baru. Pribadi-pribadi kami pun mengalami pembaharuan. Iya, memang kita tidak harus merubah segalanya setelah menikah. Tapi apa salahnya ketika perubahan itu menawarkan sesuatu yang lebih baik, terutama lebih baik untuk dunia baru yang sedang kami bangun. Aku tidak takut berubah. Dan aku telah berubah.

Bagaimana tidak berubah, ketika aku mengikhlaskan seseorang ‘mendikte’ku. Menyuruh ini itu. Bahkan beberapa hal darinya tidak bisa dikompromikan. Dulu aku memang tidak terbiasa tanpa kompromi dan juga sering kali tidak ingin membiarkan seseorang menjadi lebih dominan dari diriku. (Aaahh! Suamiku… Katakan padaku, aku masih bandel atau tidak?). Kalau sedang bercanda, sok bangga suamiku bisa mendominasiku. Dia bilang karena sang macan betina ini sudah ketemu pawangnya. Hehehe… Iya bener. Dan semoga akan selamanya seperti ini. Karena dari lubuk hati yang paling dalam, aku hanya ingin menjadi istri yang taat suami. Semoga ini bisa jadi tiketku kelak ke surga. Amiiinnn…

Hahahaha! Itu baru satu soal saja soal dominasi, guys. Iya suami lebih banyak dominannya dalam banyak hal. Harus diakui itu. Tapi alhamdulillah suamiku masih mau mendengarku bila aku punya pertimbangan atau pendapat yang berbeda darinya. (Thanks, huny…:*)

Ah… Dunia kami benar-benar baru. Kadang juga merasa kesulitan menyesuaikan ritme. Pernah juga merasa letih (ampuuunnnn padahal baru 3 bulan!). Letih dengan perjalanan beribu kilometer yang telah kami tempuh demi dunia baru kami. Bahkan pernah ingin protes, ‘Sisakan sedikit ruang untuk duniaku yang mana hanya ada aku dan hanya boleh aku saja yang ada disana!!’. Pernah juga pengen mogok lantaran suami klo diperhatikan malah tidak menyenangkan, rasanya pengen stop saja peduli padanya.Hahaha!

Tapi rasa-rasa gak menyenangkan itu hilang saat bisa menatap dalam matanya. Kadang tamu yang tidak diinginkan menetes dari sudut mata. Banjiiirr… Tentu tangis bahagia. Hilang semua rasa yang tidak menyenangkan saat usai sholat jama’ah (semoga amalan ini terjaga selamanya).
Dia… Segalanya. Dia.. Bahkan kadang aku masih gak sadar kalau sangat membutuhkannya. Karena dia anugerah terbesar dan terbaik dari Tuhan.
Hanya dia.. Aaahh! Pokoknya dia!;))

Yogyakarta, 02 November 2011

A lot of wishes for us. Semoga abadi dunia akhirat.

Menyatu dalam Cinta

Berpisah dari Layla, Majnun jatuh sakit. Badan semakin lemah, sementara suhu badan semakin tinggi.

Para tabib menyarankan bedah, “Sebagian darah dia harus dikeluarkan, sehinggu suhu badan menurun.”

Majnun menolak, “Jangan, jangan melakukan bedah terhadap saya.”

Para tabib pun bingung, “Kamu takut? padahal selama ini kamu masuk-keluar hutan seorang diri.
Tidak takut menjadi mangsa macan, tuyul atau binatang buas lainnya. Lalu kenapa takut sama pisau bedah?”

“Tidak, bukan pisau bedah itu yang kutakuti,” jawab Majnun.

“Lalu, apa yang kau takuti?”

“Jangan-jangan pisau bedah itu menyakiti Layla.”

“Menyakiti Layla? Mana bisa? Yang dibedah badanmu.”

“Justru itu. Layla berada di dalam setiap bagian tubuhku. Mereka yang berjiwa cerah tak akan melihat perbedaan antara aku dan Layla.”

 

JALALUDDIN RUMI

ONLY TIME

Who can say where the road goes
Where the day flows
Only time…

And who can say if your love grows
As your heart chose
Only time…

Who can say why your heart sighs
As your love flies
Only time…

And who can say why your heart cries
When your love lies
Only time…

Who can say when the roads meet
That they might be
In your heart…

And who can say when the day sleeps
If the night keeps all your heart
…night keeps all your heart…

Who can say if your love grows
As your heart chose
Only time…

And who can say where the road goes
Where the day flows
Only time…

Who knows? Only time…
Who knows? Only time…

………………………………….

Diatas adalah lirik lagu Enya ‘Only Time’. Think! Think! Yes, only time. Who knows? Yeah, Who knows?? Nobody knows. Itu ketika kita bicara dalam konteks masa depan. Emang tidak akan ada yg tau bagaimana akhir sebuah cerita.

Tapi sodara, inget juga. Kita manusia yang hidup dalam era kekinian atau masa sekarang. Jadi aku pikir at this time layaklah mestinya bila berencana. Semacam kita bikin proposal untuk suatu program, event, atau apalah. Untuk membuat semuanya menjadi lebih jelas arahnya walaupun sekali lagi only time yang bisa membuktikan sejauh mana kita mampu melangkah. Dan hanya Allah SWT sajalah sang pemilik waktu. Planning adalah tetep upaya manusia yang sangat manusiawi yang bisa dilakukannya. Bahkan sekedar untuk membuat diri sedikit lega untuk masa depan yang teramat unpredicted.

Planning, bagaimanapun juga adalah sebuah awal. Sebuah upaya untuk kebaikan. Dan juga sebuah langkah meminimalisir resiko dan menyiapkan mental bila terjadi sesuatu yang tidak diharapkan di kemudian hari.

Hidup, mati, rejeki, jodoh, dan segala hal adalah hak prerogatif Allah. Jelas menggugatnya sangatlah irasional. Tapi merencanakan dan melakukan yang terbaik untuk kesemua hal adalah keniscayaan. Untuk sebuah ending yang semua manusia inginkan, bahagia dunia akhirat.

Once again… Only time. Who knows?? No one. Coz we are just human. Melangkahlah pasti, pastilah melangkah…

Bismillahi tawakaltu ‘alallah… Laa haula wa laa quwwata illa billah.

Squad JERMAN untuk PIALA DUNIA 2010

Hmmmm….. belakangan rating pengunjung blog ku naek dikarenakan banyak yg searching squad Jerman. It’s my favorit team (again) pada piala dunia 2010 kali ini. Cuman dikarenakan kesibukan yang padat (halahhh…) blog ku kali ini telat memposting squad Jerman.

Daripada tidak sama sekali, berikut ini profil pemain squad inti panser Jerman pada Piala Dunia Afsel 2010. Semoga bermanfaat buat temen-temen pendukung Jerman.

GOOL KEEPER

1.  Hans-Joerg Butt (Bayern Munich, umur 36 tahun)

Hans Jorg Butt

2.  Tim Wiese (Werder Bremen, umur 28 tahun)

3.   Manuel Neuer (Schalke 04, umur 24 tahun). Eks kiper timnas U-21 Jerman yang bermain cemerlang pada Euro 2009.

DEFENDER :

1. Arne Friedrich (Hertha Berlin SC, umur 31 tahun)

2. Dennis Aogo (Hamburger SV, umur 23 tahun, keturunan asal Nigeria)

3. Holger Badstuber (Bayern Munich, umur 21 tahun, produk suksesnya Bayern Munich dan baru menuntaskan full season pertamanya sebagai pemain profesional)

4. Jerome Boateng (Manchester City, umur 21 tahun, ditransfer ke Manc. city dengan kontrak senilai 10 juta Poundsterling)

5. Phillip Lahm (Bayern Munich, 26 tahun, KAPTEN TIM)

6. Per Mertesacker (Werder Bremen, umur 25 tahun)

7. Serdar Tasci (VfB Stuttgart, 23 tahun, keturunan Turki)

GELANDANG/MIDFIELDERS :

1.  Marcell Jansen (Hamburger SV, umur 24 tahun)

2. Sami Khedira (VfB Stuttgart, 23 tahun, mantan kapten U-21 timnas Jerman pada Euro 2009)

3. Toni Kroos (Umur 20 tahun, selama Januari 2009 sampai Juni 2010 dipinjam oleh Bayer Leverkusen dari Bayern Muenchen)

4. Marko Marin (Werder Bremen, umur 21 tahun, kelahiran Bosnia tapi lama tinggal di Jerman)

5. Mesut Oezil (Werder Bremen, 21 tahun)

6. Bastian Schweinsteiger (Bayern Munich, 25 tahun, mengantongi 21 gol pada musim kemarin)

7. Piotr Trochowski (Hamburger SV, 26 tahun)

8.  Thomas Muller (Bayern Muenchen, 20 tahun)

FORWARD/PENYERANG :

1. Cacau (VfB Stuttgart, 29 tahun, kelahiran Brasil dan baru mendapatkan status kewarganegaraan Jerman)

2. Mario Gomez (Bayern Munich, umur 24 tahun, goals 12, pemain termahal Bundesliga)

3.  Miroslav Klose (Bayern Munich, umur 31 tahun,  goals 48)

4. Stefan Kiessling (Bayer Leverkusen, 26 tahun)

5. Lukas Podolski (FC Koeln, 25 th,  goals 38)

Jika dilihat dari susunan pemain yang dipilih Joachim Loew, hampir semua pemain merupakan pemain local.

COUCH

Joachim Loew

Coaching Career

  • Asisten Pelatih Timnas Jerman dimana Jurgen Klinsmann sebagai coachnya
  • Austria Wien (AUT) : 2003 – 2004
  • Wacker Innsbruck (AUT) : 2001 – 2002
  • Adanaspor (TUR) :  2001 – 2001
  • Karlsruher SC (GER) : 1999 – 2000
  • Fenerbahçe (TUR) : 1998 – 1999
  • VfB Stuttgart (GER) :  1996 – 1998
SQUAD JERMAN
PIALA DUNIA 2010

Joachim Loew, memulai debutnya sbg pelatih timnas pada event Euro 2008. Sebelumnya dia hanya dikenal sebagai asisten Jurgen Klinsmann. Termasuk pelatih yang sering berselisih dengan sejumlah pemain-pemain yang membangkang. Babak kualifikasi Piala Dunia 2010 dilalui dengan sukses dengan 10 laga tak terkalahkan dengan 26 gol, dan hanya kebobolan 5 gol.

Tahun ini Ballack sang kapten terpaksa absen karena cedera. Beberapa nama langganan timnas tidak dipedulikan oleh Loew, seperti misalnya Kuranyi yang berselisih dengannya. Dan sebagai gantinya Loew  memasukkan nama-nama baru dan muda pada Piala Dunia 2010.

Laga perdana, Jerman menghajar Australia dengan 4 gol tanpa balas. It’s woww… Gaya permainan Jerman klasik yang cenderung ringkas, efisien, praktis, sepertinya menjadi sebuah atraksi yang menyenangkan.

Jalan panjang Jerman masih panjang dalam laga Piala Dunia 2010 ini. Dan bila langkahnya lempeng menjadi juara grup dan menang di second round (16 besar), Jerman akan menghadapi Argentina di quarter final. Sepertinya ini akan jadi ujian yang sebenernya bagi panser Jerman.

Hmmm…. dan sepertinya diriku lebih menaruh harapan pada Jerman daripada Inggris yang laga perdana kemarin hanya menyumbang score 1 – 1 lawan United States. ^_^v

Nehmen herzen der panzer!!!  (bener gak nih susunan bahasanya? Hehehee….)

Referensi :

http://www.livescore.com

http://germany.footballblog.co.uk/germany-world-cup-squad-2010.html

http://pialadunia.antaranews.com/news/1275444518/23-serdadu-der-panzer

http://pialadunia.bola.net

Massive personality. Fine shot-stopping ability. A reputation for saving penalties. Struggles with crosses and often makes bizarre, impulsive decisions.

Jakarta Tidak Gemerlap

Kegemerlapan Jakarta adalah cermin kepahitan yang gagal diredamnya.

Barangkali sudah waktunya menyadari, Jakarta bukanlah kota gemerlapan seperti yang ditampilkan oleh kemasan media massa. Segitiga Emas hanyalah suatu kavling terbatas, sisanya adalah keremangan yang sia-sia berusaha mempertahankan mimpi dengan kegemerlapan semu. Kafe-kafe memang tertata dengan nyaman, dengan nama makanan yang susah diucapkan dan gaya para pemakan yang menguji coba table manner ajaran majalah-majalah gayahidup; tetapi gang-gang di belakangnya tidak menyembunyikan bau got yang mampet, dan nasib orang-orang di sekitarnya yang juga mampet. Para ekonom sering berkata betapa krisis sudah lewat, tapi itu hanya perhitungan angka. Secara konkret mereka tidak menyaksikan anak-anak berak di atas comberan di depan pintu rumah mereka, tidak menyaksikan para pemuda bertato menjadi preman di pojok jalan karena tidak ada pilihan, dan meski tangan orang-orang mengemis di jendela mobil mereka, bukankah waktu lebih baik digunakan untuk menganalisis dampak konflik Aceh terhadap perilaku bisnis?

Jakarta tidak gemerlapan, Jakarta itu kelam, dan semakin kelam karena terlalu sedikit di antara mereka yang survive mencoba berbuat sesuatu untuk lingkungan yang semakin tenggelam dalam kemiskinan berkepanjangan. Masuklah bis kota dan perhatikanlah wajah-wajah lesu darah dan kurang zat asam yang kelelahan. Tentu mereka adalah para pejuang, tapi jangan lagi menipu diri dengan mengira Jakarta kota gemerlapan, yang harus dihidupkan dengan gaya yang juga harus gemerlap tiada ketulungan. Turunlah Anda dari BMW Anda dan berjalanlah masuk gang, berhenti di masjid, dan dengarkan apa yang disebut khotbah, maka akan Anda temukan betapa keras perjuangan para pengkhotbah itu untuk memperkuat iman mereka yang tertekan oleh nasib, yang sekali lepas dari penjagaan hanya akan menjelma penjarahan. Kegemerlapan Jakarta adalah kegemerlapan yang menyakitkan, di mana banyak orang hanya bisa menyaksikan dari balik kaca benderang.

Kami kan bekerja keras, kami berhak juga dong bersenang-senang”

Justru itulah yang menjadi pertanyaan, semua orang bekerja keras di Jakarta, tapi kenapa tidak semua orang bisa bersenang-senang? Kaum buruh bangun jam 05.00 pagi dan pulang jam 07.00 malam, setelah melaksanakannya bertahun-tahun, persentase peningkatan gaji mereka menggiriskan perasaan ? kalau dipersoalkan malah terancam pemecatan. Adapun sang juragan, hmmm, yang dipikirkannya adalah memperbesar jarak antara ongkos produksi dan harga pasaran. Karena situasi pasar biasanya di luar kekuasaan, ongkos produksi alias upah buruh yang paling mungkin ditekan ? dan itulah perjuangannya sehari-hari yang disebutnya sebagai pekerjaan.

Upah buruh sesuai dengan standar minimum” katanya, ya sudah, minimum saja selama-lamanya, selama situasi mengizinkan. Kalau buruh berdemo, baru upah sedikit-sedikit dinaikkan. Semakin rendah upah buruh semakin baik, supaya ada cadangan ketika terjadi tuntutan : kerendahan upah merupakan strategi yang dilaksanakan dengan kesadaran, karena dari margin ongkos produksi dan harga penjualan, kaum juragan pemilik modal hidup bagai benalu penghisap darah yang menciptakan kesengsaraan, dan itulah yang disebut sebagai kerja keras sepanjang hayat dikandung badan. Bukan hanya di pabrik, tapi di mana pun ada pegawai dan juragan.

Mohon maaf Puan-puan dan Tuan-tuan, itulah struktur kapitalisme, dan struktur itu agak kurang mengenal keadilan : bahwa para pekerja keras berlari bagaikan bajing dalam kandang yang dasarnya berputar. Selama masih berada dalam struktur, perubahan nasib alias kenaikan gaji hanya merupakan soal belas kasihan, mereka yang progresif memang berjuang menuntut keadilan, tetapi itu hanyalah bagian dari permainan. Semua tuntutan kenaikan ongkos produksi sudah dicadangkan. Tak ada soal nasib manusia jadi perhatian, yang ada hanyalah strategi tawar menawar dalam perundingan. Mereka yang beruntung untuk meloncat jadi juragan, menjadi juragan taksi atau bakso, sikap mereka tetap sama dengan mereka punya bekas juragan.

Apa yang bisa dilakukan dengan sedikit uang hasil kerja keras pada akhir pekan? Bukankah masyarakat kelas bawah perlu hiburan sama dengan kaum juragan? Hiburan macam apakah kiranya yang begitu murah semurah-murahnya tapi bisa mendatangkan kegembiraan? Adakah kiranya hiburan yang begitu murah tetapi mendatangkan rasa kekayaan? Inilah yang ingin dinikmati kelas penderita dan kelas korban, sesuatu yang tampak sebagai suatu kebahagiaan. Tidakkah ini justru merupakan suatu tanda kepahitan?

Begitulah struktur ekonomi dan politik kapitalistis mempengaruhi kesehatan jiwa, dan begitukah masyarakat dikibuli oleh berbagai macam kegemerlapan : dalam kebijakan pemerintah, perusahaan, maupun apa yang disebut hiburan. Betapa semunya kegemerlapan, dan betapa pahitnya kenyataan, terutama ketika nasib bagai ditakdirkan, bukan oleh Tuhan ? tetapi struktur sosial yang dibentuk kebijakan ekonomi dan politik, yang menjadikan manusia hanya eksemplar dari apa yang disebut sumber daya atau massa, dan hanya dihargai dari segi kegunaan.

Apakah kegemerlapan Jakarta mencerminkan kegemerlapan jiwa warga kota? Saya kira tidak. Kegemerlapan Jakarta mencerminkan kepahitan yang bagaikan sia-sia diredamnya.


Taken from :

Novel Seno Gumira Aji Dharma “AFFAIR : Obrolan tentang Jakarta”

Penerbit : Buku Baik, 2004