<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Karena Merah Jingga adalah Nyata</title>
	<atom:link href="http://langitmerahjingga.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://langitmerahjingga.wordpress.com</link>
	<description>Circle of Live</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 15:18:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='langitmerahjingga.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Karena Merah Jingga adalah Nyata</title>
		<link>http://langitmerahjingga.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://langitmerahjingga.wordpress.com/osd.xml" title="Karena Merah Jingga adalah Nyata" />
	<atom:link rel='hub' href='http://langitmerahjingga.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Repost : Kunjungan Habibie ke Garuda</title>
		<link>http://langitmerahjingga.wordpress.com/2012/01/26/repost-kunjungan-habibie-ke-garuda/</link>
		<comments>http://langitmerahjingga.wordpress.com/2012/01/26/repost-kunjungan-habibie-ke-garuda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 15:18:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dian April</dc:creator>
				<category><![CDATA[pembelajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitmerahjingga.wordpress.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Copas dari kaskus&#8230; Biasanya selalu aku telusuri nih kebenarannya tiap ada cerita yg beredar, kuatirnya hoax dunia maya. Tp utk yyg ini ogah ah repot2 investigasi. Karena baca ini semakin ngrasa ngenes ini indonesia. Makin bodo, makin tergilas, hadooohhh mbuh wes! (Esmosi) Kunjungan Habibie ke Garuda Berikut ini postingan menarik yang bisa menginspirasi kita semua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langitmerahjingga.wordpress.com&amp;blog=2881654&amp;post=188&amp;subd=langitmerahjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Copas dari kaskus&#8230; Biasanya selalu aku telusuri nih kebenarannya tiap ada cerita yg beredar, kuatirnya hoax dunia maya. Tp utk yyg ini ogah ah repot2 investigasi. Karena baca ini semakin ngrasa ngenes ini indonesia. Makin bodo, makin tergilas, hadooohhh mbuh wes! (Esmosi)</p></blockquote>
<p>Kunjungan Habibie ke Garuda<br />
Berikut ini postingan menarik yang bisa menginspirasi kita semua untuk selalu bekerja keras dengan hati untuk menjadikan bangsa ini menjadi lebih baik. Sekedar share. Oh ya artikel ini saya dapat dari milis tangandiatas, yang kemudian saya pos ke website untuk berbagi dan mengisnpirasi kita semua.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kunjungan BJ Habibie ke Kantor Manajemen Garuda Indonesia</strong><br />
Garuda City Complex, Bandara Soekarno-Hatta</p>
<p>12 Januari 2012</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya(?), Adri Subono, juragan Java Musikindo.</p>
<p>Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President &amp;amp; CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.</p>
<p>Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.</p>
<p>Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).</p>
<p>Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?</p>
<p>Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung.</p>
<p>Dalam video tsb, tampak para hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN. Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250.</p>
<p>N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb:</p>
<p>“Dik, anda tahu&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..“Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, &#8230;&#8230;.itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur&#8230;&#8230;&#8230;Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara. Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN.</p>
<p>Sekarang Dik,&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;anda semua lihat sendiri&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini. Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?’</p>
<p>Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.</p>
<p>Dik tahu&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;?</p>
<p>Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun.</p>
<p>Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”</p>
<p>Pak Habibie menghela nafas&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas;</p>
<p>Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang). Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin. Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG). Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan “track ball atau touch pad” sebagaimana kita lihat di laptop. N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.</p>
<p>Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu&#8230;&#8230;&#8230;bahkan hingga kini.</p>
<p>Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320.</p>
<p>Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>“Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia”.</p>
<p>“Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,</p>
<p>? Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten? C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis? D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!Itu saja!”</p>
<p>Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:</p>
<p>“Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;”</p>
<p>Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>“Dik, &#8230;&#8230;&#8230;.saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, &#8230;&#8230;&#8230;..ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;saya mau kasih informasi&#8230;&#8230;&#8230;.. Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;”</p>
<p>Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.</p>
<p>Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>“Dik, kalian tau&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..2 minggu setelah ditinggalkan ibu&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu&#8230;&#8230;&#8230; Ainun&#8230;&#8230;&#8230; Ainun &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. Ainun &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..saya mencari ibu di semua sudut rumah.</p>
<p>Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie’.</p>
<p>Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;</p>
<p>1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa!2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.</p>
<p>Saya pilih opsi yang ketiga&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.”</p>
<p>Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. ia melanjutkan pembicaraannya;</p>
<p>“Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia”</p>
<p>Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;</p>
<p>“Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang&#8230;.. (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.</p>
<p>Dik, asal you tahu&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.</p>
<p>Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.</p>
<p>Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.”</p>
<p>(pada kesempatan ini pak Habibie meminta sesuatu dari Garuda Indonesia namun tidak saya tuliskan di sini mengingat hal ini masalah kedinasan).</p>
<p>Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun rekaman apapun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jakarta, 12 Januari 2012</p>
<p>Salam,</p>
<p>Capt. Novianto Herupratomo</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/langitmerahjingga.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/langitmerahjingga.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/langitmerahjingga.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/langitmerahjingga.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/langitmerahjingga.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/langitmerahjingga.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/langitmerahjingga.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/langitmerahjingga.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/langitmerahjingga.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/langitmerahjingga.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/langitmerahjingga.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/langitmerahjingga.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/langitmerahjingga.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/langitmerahjingga.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langitmerahjingga.wordpress.com&amp;blog=2881654&amp;post=188&amp;subd=langitmerahjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitmerahjingga.wordpress.com/2012/01/26/repost-kunjungan-habibie-ke-garuda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8056e1f8f8c8412f4792e11df46143a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Merah Jingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saat Aku (Sudah) Menikah</title>
		<link>http://langitmerahjingga.wordpress.com/2011/11/02/saat-aku-sudah-menikah/</link>
		<comments>http://langitmerahjingga.wordpress.com/2011/11/02/saat-aku-sudah-menikah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Nov 2011 03:53:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dian April</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dear Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitmerahjingga.wordpress.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Dan tak terasa sudah hampir 4 bulan aku menjadi Nyonya Aziz, istri dari seorang yang padanya aku bersedia mencinta dan mengabdi. Ikrar setia itu kami ucapkan dihadapan orang tua kami dan juga bapak penghulu di Kediri, 9 Juli silam. Unpredictable&#8230; That&#8217;s life. Di bulan Oktober setahun yang lalu, dalam sebuah diskusi kecil ttg pernikahan, aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langitmerahjingga.wordpress.com&amp;blog=2881654&amp;post=181&amp;subd=langitmerahjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dan tak terasa sudah hampir 4 bulan aku menjadi Nyonya Aziz, istri dari seorang yang padanya aku bersedia mencinta dan mengabdi. Ikrar setia itu kami ucapkan dihadapan orang tua kami dan juga bapak penghulu di Kediri, 9 Juli silam.</p>
<p>Unpredictable&#8230; That&#8217;s life. Di bulan Oktober setahun yang lalu, dalam sebuah diskusi kecil ttg pernikahan, aku katakan &#8216;Pernikahan itu bukanlah siapa mengintervensi siapa. Bukan soal istri yang bersedia masuk ke dalam dunia suami, atau sebaliknya. Karena dengan menikah itu dunia kita benar-benar baru.&#8217; Dan kalimat itu terperhatikan oleh seorang yang Alhamdulillah sekarang menjadi suamiku.</p>
<p>Dalam usia pernikahan yang masih sangat segar ini, kami telah mulai dan sedang membangun sebuah dunia baru. Pribadi-pribadi kami pun mengalami pembaharuan. Iya, memang kita tidak harus merubah segalanya setelah menikah. Tapi apa salahnya ketika perubahan itu menawarkan sesuatu yang lebih baik, terutama lebih baik untuk dunia baru yang sedang kami bangun. Aku tidak takut berubah. Dan aku telah berubah.</p>
<p>Bagaimana tidak berubah, ketika aku mengikhlaskan seseorang &#8216;mendikte&#8217;ku. Menyuruh ini itu. Bahkan beberapa hal darinya tidak bisa dikompromikan. Dulu aku memang tidak terbiasa tanpa kompromi dan juga sering kali tidak ingin membiarkan seseorang menjadi lebih dominan dari diriku. (Aaahh! Suamiku&#8230; Katakan padaku, aku masih bandel atau tidak?). Kalau sedang bercanda, sok bangga suamiku bisa mendominasiku. Dia bilang karena sang macan betina ini sudah ketemu pawangnya. Hehehe&#8230; Iya bener. Dan semoga akan selamanya seperti ini. Karena dari lubuk hati yang paling dalam, aku hanya ingin menjadi istri yang taat suami. Semoga ini bisa jadi tiketku kelak ke surga. Amiiinnn&#8230;</p>
<p>Hahahaha! Itu baru satu soal saja soal dominasi, guys. Iya suami lebih banyak dominannya dalam banyak hal. Harus diakui itu. Tapi alhamdulillah suamiku masih mau mendengarku bila aku punya pertimbangan atau pendapat yang berbeda darinya. (Thanks, huny&#8230;:*)</p>
<p>Ah&#8230; Dunia kami benar-benar baru. Kadang juga merasa kesulitan menyesuaikan ritme. Pernah juga merasa letih (ampuuunnnn padahal baru 3 bulan!). Letih dengan perjalanan beribu kilometer yang telah kami tempuh demi dunia baru kami. Bahkan pernah ingin protes, &#8216;Sisakan sedikit ruang untuk duniaku yang mana hanya ada aku dan hanya boleh aku saja yang ada disana!!&#8217;. Pernah juga pengen mogok lantaran suami klo diperhatikan malah tidak menyenangkan, rasanya pengen stop saja peduli padanya.Hahaha!</p>
<p>Tapi rasa-rasa gak menyenangkan itu hilang saat bisa menatap dalam matanya. Kadang tamu yang tidak diinginkan menetes dari sudut mata. Banjiiirr&#8230; Tentu tangis bahagia. Hilang semua rasa yang tidak menyenangkan saat usai sholat jama&#8217;ah (semoga amalan ini terjaga selamanya).<br />
Dia&#8230; Segalanya. Dia.. Bahkan kadang aku masih gak sadar kalau sangat membutuhkannya. Karena dia anugerah terbesar dan terbaik dari Tuhan.<br />
Hanya dia.. Aaahh! Pokoknya dia!;))</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2011/11/we.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-183 aligncenter" title="we" src="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2011/11/we.jpg?w=450" alt=""   /></a></p>
<p>Yogyakarta, 02 November 2011</p>
<p>A lot of wishes for us. Semoga abadi dunia akhirat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/langitmerahjingga.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/langitmerahjingga.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/langitmerahjingga.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/langitmerahjingga.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/langitmerahjingga.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/langitmerahjingga.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/langitmerahjingga.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/langitmerahjingga.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/langitmerahjingga.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/langitmerahjingga.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/langitmerahjingga.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/langitmerahjingga.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/langitmerahjingga.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/langitmerahjingga.wordpress.com/181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langitmerahjingga.wordpress.com&amp;blog=2881654&amp;post=181&amp;subd=langitmerahjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitmerahjingga.wordpress.com/2011/11/02/saat-aku-sudah-menikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8056e1f8f8c8412f4792e11df46143a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Merah Jingga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2011/11/we.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">we</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyatu dalam Cinta</title>
		<link>http://langitmerahjingga.wordpress.com/2011/01/18/menyatu-dalam-cinta/</link>
		<comments>http://langitmerahjingga.wordpress.com/2011/01/18/menyatu-dalam-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Jan 2011 11:11:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dian April</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hobbies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitmerahjingga.wordpress.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[Berpisah dari Layla, Majnun jatuh sakit. Badan semakin lemah, sementara suhu badan semakin tinggi. Para tabib menyarankan bedah, “Sebagian darah dia harus dikeluarkan, sehinggu suhu badan menurun.” Majnun menolak, “Jangan, jangan melakukan bedah terhadap saya.” Para tabib pun bingung, “Kamu takut? padahal selama ini kamu masuk-keluar hutan seorang diri. Tidak takut menjadi mangsa macan, tuyul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langitmerahjingga.wordpress.com&amp;blog=2881654&amp;post=172&amp;subd=langitmerahjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berpisah dari Layla, Majnun jatuh sakit. Badan semakin lemah, sementara suhu badan semakin tinggi.</p>
<p>Para tabib menyarankan bedah, “Sebagian darah dia harus dikeluarkan, sehinggu suhu badan menurun.”</p>
<p>Majnun menolak, “Jangan, jangan melakukan bedah terhadap saya.”</p>
<p>Para tabib pun bingung, “Kamu takut? padahal selama ini kamu masuk-keluar hutan seorang diri.<br />
Tidak takut menjadi mangsa macan, tuyul atau binatang buas lainnya. Lalu kenapa takut sama pisau bedah?”</p>
<p>“Tidak, bukan pisau bedah itu yang kutakuti,” jawab Majnun.</p>
<p>“Lalu, apa yang kau takuti?”</p>
<p>“Jangan-jangan pisau bedah itu menyakiti Layla.”</p>
<p>“Menyakiti Layla? Mana bisa? Yang dibedah badanmu.”</p>
<p>“Justru itu. Layla berada di dalam setiap bagian tubuhku. Mereka yang berjiwa cerah tak akan melihat perbedaan antara aku dan Layla.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>JALALUDDIN RUMI</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/langitmerahjingga.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/langitmerahjingga.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/langitmerahjingga.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/langitmerahjingga.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/langitmerahjingga.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/langitmerahjingga.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/langitmerahjingga.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/langitmerahjingga.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/langitmerahjingga.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/langitmerahjingga.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/langitmerahjingga.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/langitmerahjingga.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/langitmerahjingga.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/langitmerahjingga.wordpress.com/172/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langitmerahjingga.wordpress.com&amp;blog=2881654&amp;post=172&amp;subd=langitmerahjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitmerahjingga.wordpress.com/2011/01/18/menyatu-dalam-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8056e1f8f8c8412f4792e11df46143a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Merah Jingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ONLY TIME</title>
		<link>http://langitmerahjingga.wordpress.com/2010/12/30/only-time/</link>
		<comments>http://langitmerahjingga.wordpress.com/2010/12/30/only-time/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 13:15:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dian April</dc:creator>
				<category><![CDATA[Deep]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitmerahjingga.wordpress.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Who can say where the road goes Where the day flows Only time&#8230; And who can say if your love grows As your heart chose Only time&#8230; Who can say why your heart sighs As your love flies Only time&#8230; And who can say why your heart cries When your love lies Only time&#8230; Who [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langitmerahjingga.wordpress.com&amp;blog=2881654&amp;post=167&amp;subd=langitmerahjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Who can say where the road goes<br />
Where the day flows<br />
Only time&#8230;</p>
<p>And who can say if your love grows<br />
As your heart chose<br />
Only time&#8230;</p>
<p>Who can say why your heart sighs<br />
As your love flies<br />
Only time&#8230;</p>
<p>And who can say why your heart cries<br />
When your love lies<br />
Only time&#8230;</p>
<p>Who can say when the roads meet<br />
That they might be<br />
In your heart&#8230;</p>
<p>And who can say when the day sleeps<br />
If the night keeps all your heart<br />
&#8230;night keeps all your heart&#8230;</p>
<p>Who can say if your love grows<br />
As your heart chose<br />
Only time&#8230;</p>
<p>And who can say where the road goes<br />
Where the day flows<br />
Only time&#8230;</p>
<p>Who knows? Only time&#8230;<br />
Who knows? Only time&#8230;</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Diatas adalah lirik lagu Enya &#8216;Only Time&#8217;. Think! Think! Yes, only time. Who knows? Yeah, Who knows?? Nobody knows. Itu ketika kita bicara dalam konteks masa depan. Emang tidak akan ada yg tau bagaimana akhir sebuah cerita.</p>
<p>Tapi sodara, inget juga. Kita manusia yang hidup dalam era kekinian atau masa sekarang. Jadi aku pikir at this time layaklah mestinya bila berencana. Semacam kita bikin proposal untuk suatu program, event, atau apalah. Untuk membuat semuanya menjadi lebih jelas arahnya walaupun sekali lagi only time yang bisa membuktikan sejauh mana kita mampu melangkah. Dan hanya Allah SWT sajalah sang pemilik waktu. Planning adalah tetep upaya manusia yang sangat manusiawi yang bisa dilakukannya. Bahkan sekedar untuk membuat diri sedikit lega untuk masa depan yang teramat unpredicted.</p>
<p>Planning, bagaimanapun juga adalah sebuah awal. Sebuah upaya untuk kebaikan. Dan juga sebuah langkah meminimalisir resiko dan menyiapkan mental bila terjadi sesuatu yang tidak diharapkan di kemudian hari.</p>
<p>Hidup, mati, rejeki, jodoh, dan segala hal adalah hak prerogatif Allah. Jelas menggugatnya sangatlah irasional. Tapi merencanakan dan melakukan yang terbaik untuk kesemua hal adalah keniscayaan. Untuk sebuah ending yang semua manusia inginkan, bahagia dunia akhirat.</p>
<p>Once again&#8230; Only time. Who knows?? No one. Coz we are just human. Melangkahlah pasti, pastilah melangkah&#8230;</p>
<p>Bismillahi tawakaltu &#8216;alallah&#8230; Laa haula wa laa quwwata illa billah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/langitmerahjingga.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/langitmerahjingga.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/langitmerahjingga.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/langitmerahjingga.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/langitmerahjingga.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/langitmerahjingga.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/langitmerahjingga.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/langitmerahjingga.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/langitmerahjingga.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/langitmerahjingga.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/langitmerahjingga.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/langitmerahjingga.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/langitmerahjingga.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/langitmerahjingga.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langitmerahjingga.wordpress.com&amp;blog=2881654&amp;post=167&amp;subd=langitmerahjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitmerahjingga.wordpress.com/2010/12/30/only-time/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8056e1f8f8c8412f4792e11df46143a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Merah Jingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Squad JERMAN untuk PIALA DUNIA 2010</title>
		<link>http://langitmerahjingga.wordpress.com/2010/06/18/squad-jerman-untuk-piala-dunia-2010/</link>
		<comments>http://langitmerahjingga.wordpress.com/2010/06/18/squad-jerman-untuk-piala-dunia-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 06:46:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dian April</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hobbies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitmerahjingga.wordpress.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[Hmmmm&#8230;.. belakangan rating pengunjung blog ku naek dikarenakan banyak yg searching squad Jerman. It&#8217;s my favorit team (again) pada piala dunia 2010 kali ini. Cuman dikarenakan kesibukan yang padat (halahhh&#8230;) blog ku kali ini telat memposting squad Jerman. Daripada tidak sama sekali, berikut ini profil pemain squad inti panser Jerman pada Piala Dunia Afsel 2010. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langitmerahjingga.wordpress.com&amp;blog=2881654&amp;post=128&amp;subd=langitmerahjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hmmmm&#8230;.. belakangan rating pengunjung blog ku naek dikarenakan banyak yg searching squad Jerman. It&#8217;s my favorit team (again) pada piala dunia 2010 kali ini. Cuman dikarenakan kesibukan yang padat (halahhh&#8230;) blog ku kali ini telat memposting squad Jerman.</p>
<p>Daripada tidak sama sekali, berikut ini profil pemain squad inti panser Jerman pada Piala Dunia Afsel 2010. Semoga bermanfaat buat temen-temen pendukung Jerman.</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><strong>GOOL KEEPER</strong></p>
<p style="text-align:center;">1.  Hans-Joerg Butt (Bayern Munich, umur 36 tahun)</p>
<div class="mceTemp" style="text-align:center;">
<dl class="wp-caption alignnone">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/hans_jorg_butt_bayern-keeper.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-129" title="Hans_Jorg_Butt_Bayern-keeper" src="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/hans_jorg_butt_bayern-keeper.jpg?w=116&#038;h=150" alt="" width="116" height="150" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Hans Jorg Butt</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:center;">2.  Tim Wiese (Werder Bremen, umur 28 tahun)</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><a href="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/tim-wiese.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-130" title="tim wiese -" src="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/tim-wiese.jpg?w=127&#038;h=150" alt="" width="127" height="150" /></a></p>
<p style="text-align:center;">3.   Manuel Neuer (Schalke 04, umur 24 tahun). Eks kiper timnas U-21 Jerman yang bermain cemerlang pada Euro 2009.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/manuel-neuer-goal-keeper.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-131" title="manuel neuer - goal keeper" src="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/manuel-neuer-goal-keeper.jpg?w=127&#038;h=150" alt="" width="127" height="150" /></a></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><strong>DEFENDER : </strong></p>
<p style="text-align:center;">1. Arne Friedrich (Hertha Berlin SC, umur 31 tahun)</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/arne-freidrick-df.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-132" src="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/arne-freidrick-df.jpg?w=450" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:center;">2. Dennis Aogo (Hamburger SV, umur 23 tahun, keturunan asal Nigeria)</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/dennis-aogo-df.gif"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-133" title="dennis aogo -DF" src="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/dennis-aogo-df.gif?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a></p>
<p style="text-align:center;">3. Holger Badstuber (Bayern Munich, umur 21 tahun, produk suksesnya Bayern Munich dan baru menuntaskan full season pertamanya sebagai pemain profesional)</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/holger-badstuber-df.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-134" title="holger-badstuber-DF" src="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/holger-badstuber-df.jpg?w=450" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:center;">4. Jerome Boateng (Manchester City, umur 21 tahun, ditransfer ke Manc. city dengan kontrak senilai 10 juta Poundsterling)</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/jeromeboateng07-df.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-135" title="JeromeBoateng07 - DF" src="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/jeromeboateng07-df.jpg?w=100&#038;h=150" alt="" width="100" height="150" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong>5. Phillip Lahm (Bayern Munich, 26 tahun, KAPTEN TIM)</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/philipp_lahm-df.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-136" title="Philipp_Lahm - DF" src="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/philipp_lahm-df.jpg?w=116&#038;h=150" alt="" width="116" height="150" /></a></p>
<p style="text-align:center;">6. Per Mertesacker (Werder Bremen, umur 25 tahun)</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/per-mertesacker-df.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-137" title="Werder Bremen Team Presentation" src="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/per-mertesacker-df.jpg?w=108&#038;h=150" alt="" width="108" height="150" /></a></p>
<p style="text-align:center;">7. Serdar Tasci (VfB Stuttgart, 23 tahun, keturunan Turki)</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/tasci-df.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-138" title="Tasci -DF" src="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/tasci-df.jpg?w=99&#038;h=150" alt="" width="99" height="150" /></a></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><strong>GELANDANG/MIDFIELDERS : </strong></p>
<p style="text-align:center;">1.  Marcell Jansen (Hamburger SV, umur 24 tahun)</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/jansen-md.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-139" title="marcell jansen - MD" src="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/jansen-md.jpg?w=138&#038;h=150" alt="" width="138" height="150" /></a></p>
<p style="text-align:center;">2. Sami Khedira (VfB Stuttgart, 23 tahun, mantan kapten U-21 timnas Jerman pada Euro 2009)</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/sami-md.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-140" title="sami - MD" src="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/sami-md.jpg?w=150&#038;h=120" alt="" width="150" height="120" /></a></p>
<p style="text-align:center;">3. Toni Kroos (Umur 20 tahun, selama Januari 2009 sampai Juni 2010 dipinjam oleh Bayer Leverkusen dari Bayern Muenchen)</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/toni-kroos-md1.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-152" title="toni kroos - MD" src="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/toni-kroos-md1.jpg?w=150&#038;h=81" alt="" width="150" height="81" /></a></p>
<p style="text-align:center;">4. Marko Marin (Werder Bremen, umur 21 tahun, kelahiran Bosnia tapi lama tinggal di Jerman)</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/marco-marin-md.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-142" title="marco marin - MD" src="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/marco-marin-md.jpg?w=150&#038;h=120" alt="" width="150" height="120" /></a></p>
<p style="text-align:center;">5. Mesut Oezil (Werder Bremen, 21 tahun)</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/mezut-md.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-143" title="mezut - MD" src="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/mezut-md.jpg?w=112&#038;h=150" alt="" width="112" height="150" /></a></p>
<p style="text-align:center;">6. Bastian Schweinsteiger (Bayern Munich, 25 tahun, mengantongi 21 gol pada musim kemarin)</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/schweinsteiger-md.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-144" title="schweinsteiger - MD" src="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/schweinsteiger-md.jpg?w=138&#038;h=150" alt="" width="138" height="150" /></a></p>
<p style="text-align:center;">7. Piotr Trochowski (Hamburger SV, 26 tahun)</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/piotr_trochowski_md.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-145" title="piotr_trochowski_MD" src="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/piotr_trochowski_md.jpg?w=150&#038;h=100" alt="" width="150" height="100" /></a></p>
<p style="text-align:center;">8.  Thomas Muller (Bayern Muenchen, 20 tahun)</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/muller-fw.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-146" title="muller - FW" src="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/muller-fw.jpg?w=150&#038;h=137" alt="" width="150" height="137" /></a></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><strong>FORWARD/PENYERANG : </strong></p>
<p style="text-align:center;">1. Cacau (VfB Stuttgart, 29 tahun, kelahiran Brasil dan baru mendapatkan status kewarganegaraan Jerman)</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/cacau-fw.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-147" title="cacau FW" src="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/cacau-fw.jpg?w=150&#038;h=100" alt="" width="150" height="100" /></a></p>
<p style="text-align:center;">2. Mario Gomez (Bayern Munich, umur 24 tahun, goals 12, pemain termahal Bundesliga)</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/gomez-fw.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-148" title="gomez FW" src="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/gomez-fw.jpg?w=150&#038;h=135" alt="" width="150" height="135" /></a></p>
<p style="text-align:center;">3.  Miroslav Klose (Bayern Munich, umur 31 tahun,  goals 48)</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/klose_-fw.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-149" title="klose_ FW" src="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/klose_-fw.jpg?w=138&#038;h=150" alt="" width="138" height="150" /></a></p>
<p style="text-align:center;">4. Stefan Kiessling (Bayer Leverkusen, 26 tahun)</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/kiesling-fw.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-150" title="kiesling - FW" src="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/kiesling-fw.jpg?w=150&#038;h=105" alt="" width="150" height="105" /></a></p>
<p style="text-align:center;">5. Lukas Podolski (FC Koeln, 25 th,  goals 38)</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/podolski_ima-fw.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-151" title="podolski_ima FW" src="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/podolski_ima-fw.jpg?w=138&#038;h=150" alt="" width="138" height="150" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Jika dilihat dari susunan pemain yang dipilih Joachim Loew, hampir semua pemain merupakan pemain local.</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><strong>COUCH</strong></p>
<p style="text-align:center;">
<div id="attachment_153" class="wp-caption aligncenter" style="width: 210px"><a href="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/joachim-loew2-couch.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-153" title="joachim-loew2 couch" src="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/joachim-loew2-couch.jpg?w=200&#038;h=150" alt="" width="200" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Joachim Loew</p></div>
<div class="history" style="text-align:center;">
<h3 class="lblProfile list1TitleCoach">Coaching Career</h3>
<ul>
<li>Asisten Pelatih Timnas Jerman dimana Jurgen Klinsmann sebagai coachnya</li>
<li>Austria Wien         (AUT)         : 2003 &#8211; 2004</li>
<li>Wacker Innsbruck         (AUT)         : 2001 &#8211; 2002</li>
<li>Adanaspor         (TUR)         :  2001 &#8211; 2001</li>
<li>Karlsruher SC         (GER)         : 1999 &#8211; 2000</li>
<li>Fenerbahçe         (TUR)         : 1998 &#8211; 1999</li>
<li>VfB Stuttgart         (GER)         :  1996 &#8211; 1998</li>
</ul>
</div>
<div class="history" style="text-align:center;"><strong>SQUAD JERMAN</strong></div>
<div class="history" style="text-align:center;"><strong>PIALA DUNIA 2010</strong></div>
<div class="history" style="text-align:center;"><a href="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/timnas-germany2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-154" title="timnas-germany2" src="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/timnas-germany2.jpg?w=450&#038;h=252" alt="" width="450" height="252" /></a></div>
<div class="history" style="text-align:center;"></div>
<div class="history" style="text-align:left;">
<p><strong>Joachim Loew</strong>, memulai debutnya sbg pelatih timnas pada event Euro 2008. Sebelumnya dia hanya dikenal sebagai asisten Jurgen Klinsmann. Termasuk pelatih yang sering berselisih dengan sejumlah pemain-pemain yang membangkang. Babak kualifikasi Piala Dunia 2010 dilalui dengan sukses dengan 10 laga tak terkalahkan dengan 26 gol, dan hanya kebobolan 5 gol.</p>
<p>Tahun ini Ballack sang kapten terpaksa absen karena cedera. Beberapa nama langganan timnas tidak dipedulikan oleh Loew, seperti misalnya Kuranyi yang berselisih dengannya. Dan sebagai gantinya Loew  memasukkan nama-nama baru dan muda pada Piala Dunia 2010.</p>
<p>Laga perdana, Jerman menghajar Australia dengan 4 gol tanpa balas. It&#8217;s woww&#8230; Gaya permainan Jerman klasik yang cenderung ringkas, efisien, praktis, sepertinya menjadi sebuah atraksi yang menyenangkan.</p>
<p>Jalan panjang Jerman masih panjang dalam laga Piala Dunia 2010 ini. Dan bila langkahnya lempeng menjadi juara grup dan menang di second round (16 besar), Jerman akan menghadapi Argentina di quarter final. Sepertinya ini akan jadi ujian yang sebenernya bagi panser Jerman.</p>
<p>Hmmm&#8230;. dan sepertinya diriku lebih menaruh harapan pada Jerman daripada Inggris yang laga perdana kemarin hanya menyumbang score 1 &#8211; 1 lawan United States. ^_^v</p>
<blockquote><p><span id="result_box" class="short_text"><strong>Nehmen herzen der panzer!!!  (bener gak nih susunan bahasanya? Hehehee&#8230;.)</strong><br />
</span></p></blockquote>
<p>Referensi :</p>
<p>http://www.livescore.com</p>
<p>http://germany.footballblog.co.uk/germany-world-cup-squad-2010.html</p>
<p>http://pialadunia.antaranews.com/news/1275444518/23-serdadu-der-panzer</p>
<p>http://pialadunia.bola.net</p>
</div>
<div id="_mcePaste" style="overflow:hidden;position:absolute;left:-10000px;top:511px;width:1px;height:1px;">Massive personality. Fine shot-stopping ability. A reputation for saving penalties. Struggles with crosses and often makes bizarre, impulsive decisions.</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/langitmerahjingga.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/langitmerahjingga.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/langitmerahjingga.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/langitmerahjingga.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/langitmerahjingga.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/langitmerahjingga.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/langitmerahjingga.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/langitmerahjingga.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/langitmerahjingga.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/langitmerahjingga.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/langitmerahjingga.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/langitmerahjingga.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/langitmerahjingga.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/langitmerahjingga.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langitmerahjingga.wordpress.com&amp;blog=2881654&amp;post=128&amp;subd=langitmerahjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitmerahjingga.wordpress.com/2010/06/18/squad-jerman-untuk-piala-dunia-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8056e1f8f8c8412f4792e11df46143a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Merah Jingga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/hans_jorg_butt_bayern-keeper.jpg?w=116" medium="image">
			<media:title type="html">Hans_Jorg_Butt_Bayern-keeper</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/tim-wiese.jpg?w=127" medium="image">
			<media:title type="html">tim wiese -</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/manuel-neuer-goal-keeper.jpg?w=127" medium="image">
			<media:title type="html">manuel neuer - goal keeper</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/arne-freidrick-df.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/dennis-aogo-df.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">dennis aogo -DF</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/holger-badstuber-df.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">holger-badstuber-DF</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/jeromeboateng07-df.jpg?w=100" medium="image">
			<media:title type="html">JeromeBoateng07 - DF</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/philipp_lahm-df.jpg?w=116" medium="image">
			<media:title type="html">Philipp_Lahm - DF</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/per-mertesacker-df.jpg?w=108" medium="image">
			<media:title type="html">Werder Bremen Team Presentation</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/tasci-df.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">Tasci -DF</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/jansen-md.jpg?w=138" medium="image">
			<media:title type="html">marcell jansen - MD</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/sami-md.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">sami - MD</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/toni-kroos-md1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">toni kroos - MD</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/marco-marin-md.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">marco marin - MD</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/mezut-md.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">mezut - MD</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/schweinsteiger-md.jpg?w=138" medium="image">
			<media:title type="html">schweinsteiger - MD</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/piotr_trochowski_md.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">piotr_trochowski_MD</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/muller-fw.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">muller - FW</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/cacau-fw.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">cacau FW</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/gomez-fw.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">gomez FW</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/klose_-fw.jpg?w=138" medium="image">
			<media:title type="html">klose_ FW</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/kiesling-fw.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kiesling - FW</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/podolski_ima-fw.jpg?w=138" medium="image">
			<media:title type="html">podolski_ima FW</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/joachim-loew2-couch.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">joachim-loew2 couch</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langitmerahjingga.files.wordpress.com/2010/06/timnas-germany2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">timnas-germany2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jakarta Tidak Gemerlap</title>
		<link>http://langitmerahjingga.wordpress.com/2010/05/11/jakarta-tidak-gemerlap/</link>
		<comments>http://langitmerahjingga.wordpress.com/2010/05/11/jakarta-tidak-gemerlap/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 May 2010 12:08:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dian April</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dear Diary]]></category>
		<category><![CDATA[My Affiliation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitmerahjingga.wordpress.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Kegemerlapan Jakarta adalah cermin kepahitan yang gagal diredamnya. Barangkali sudah waktunya menyadari, Jakarta bukanlah kota gemerlapan seperti yang ditampilkan oleh kemasan media massa. Segitiga Emas hanyalah suatu kavling terbatas, sisanya adalah keremangan yang sia-sia berusaha mempertahankan mimpi dengan kegemerlapan semu. Kafe-kafe memang tertata dengan nyaman, dengan nama makanan yang susah diucapkan dan gaya para pemakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langitmerahjingga.wordpress.com&amp;blog=2881654&amp;post=122&amp;subd=langitmerahjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --><!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"></span></span></p>
<p><!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Kegemerlapan Jakarta adalah cermin kepahitan yang gagal diredamnya.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Barangkali sudah waktunya menyadari, Jakarta bukanlah kota gemerlapan seperti yang ditampilkan oleh kemasan media massa. Segitiga Emas hanyalah suatu kavling terbatas, sisanya adalah keremangan yang sia-sia berusaha mempertahankan mimpi dengan kegemerlapan semu. Kafe-kafe memang tertata dengan nyaman, dengan nama makanan yang susah diucapkan dan gaya para pemakan yang menguji coba table manner ajaran majalah-majalah gayahidup; tetapi gang-gang di belakangnya tidak menyembunyikan bau got yang mampet, dan nasib orang-orang di sekitarnya yang juga mampet. Para ekonom sering berkata betapa krisis sudah lewat, tapi itu hanya perhitungan angka. Secara konkret mereka tidak menyaksikan anak-anak berak di atas comberan di depan pintu rumah mereka, tidak menyaksikan para pemuda bertato menjadi preman di pojok jalan karena tidak ada pilihan, dan meski tangan orang-orang mengemis di jendela mobil mereka, bukankah waktu lebih baik digunakan untuk menganalisis dampak konflik Aceh terhadap perilaku bisnis?</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Jakarta tidak gemerlapan, Jakarta itu kelam, dan semakin kelam karena terlalu sedikit di antara mereka yang survive mencoba berbuat sesuatu untuk lingkungan yang semakin tenggelam dalam kemiskinan berkepanjangan. Masuklah bis kota dan perhatikanlah wajah-wajah lesu darah dan kurang zat asam yang kelelahan. Tentu mereka adalah para pejuang, tapi jangan lagi menipu diri dengan mengira Jakarta kota gemerlapan, yang harus dihidupkan dengan gaya yang juga harus gemerlap tiada ketulungan. Turunlah Anda dari BMW Anda dan berjalanlah masuk gang, berhenti di masjid, dan dengarkan apa yang disebut khotbah, maka akan Anda temukan betapa keras perjuangan para pengkhotbah itu untuk memperkuat iman mereka yang tertekan oleh nasib, yang sekali lepas dari penjagaan hanya akan menjelma penjarahan. Kegemerlapan Jakarta adalah kegemerlapan yang menyakitkan, di mana banyak orang hanya bisa menyaksikan dari balik kaca benderang.</span></span></p>
<p>“<span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Kami kan bekerja keras, kami berhak juga dong bersenang-senang”</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Justru itulah yang menjadi pertanyaan, semua orang bekerja keras di Jakarta, tapi kenapa tidak semua orang bisa bersenang-senang? Kaum buruh bangun jam 05.00 pagi dan pulang jam 07.00 malam, setelah melaksanakannya bertahun-tahun, persentase peningkatan gaji mereka menggiriskan perasaan ? kalau dipersoalkan malah terancam pemecatan. Adapun sang juragan, hmmm, yang dipikirkannya adalah memperbesar jarak antara ongkos produksi dan harga pasaran. Karena situasi pasar biasanya di luar kekuasaan, ongkos produksi alias upah buruh yang paling mungkin ditekan ? dan itulah perjuangannya sehari-hari yang disebutnya sebagai pekerjaan.</span></span></p>
<p>“<span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Upah buruh sesuai dengan standar minimum” katanya, ya sudah, minimum saja selama-lamanya, selama situasi mengizinkan. Kalau buruh berdemo, baru upah sedikit-sedikit dinaikkan. Semakin rendah upah buruh semakin baik, supaya ada cadangan ketika terjadi tuntutan : kerendahan upah merupakan strategi yang dilaksanakan dengan kesadaran, karena dari margin ongkos produksi dan harga penjualan, kaum juragan pemilik modal hidup bagai benalu penghisap darah yang menciptakan kesengsaraan, dan itulah yang disebut sebagai kerja keras sepanjang hayat dikandung badan. Bukan hanya di pabrik, tapi di mana pun ada pegawai dan juragan.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Mohon maaf Puan-puan dan Tuan-tuan, itulah struktur kapitalisme, dan struktur itu agak kurang mengenal keadilan : bahwa para pekerja keras berlari bagaikan bajing dalam kandang yang dasarnya berputar. Selama masih berada dalam struktur, perubahan nasib alias kenaikan gaji hanya merupakan soal belas kasihan, mereka yang progresif memang berjuang menuntut keadilan, tetapi itu hanyalah bagian dari permainan. Semua tuntutan kenaikan ongkos produksi sudah dicadangkan. Tak ada soal nasib manusia jadi perhatian, yang ada hanyalah strategi tawar menawar dalam perundingan. Mereka yang beruntung untuk meloncat jadi juragan, menjadi juragan taksi atau bakso, sikap mereka tetap sama dengan mereka punya bekas juragan.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Apa yang bisa dilakukan dengan sedikit uang hasil kerja keras pada akhir pekan? Bukankah masyarakat kelas bawah perlu hiburan sama dengan kaum juragan? Hiburan macam apakah kiranya yang begitu murah semurah-murahnya tapi bisa mendatangkan kegembiraan? Adakah kiranya hiburan yang begitu murah tetapi mendatangkan rasa kekayaan? Inilah yang ingin dinikmati kelas penderita dan kelas korban, sesuatu yang tampak sebagai suatu kebahagiaan. Tidakkah ini justru merupakan suatu tanda kepahitan?</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Begitulah struktur ekonomi dan politik kapitalistis mempengaruhi kesehatan jiwa, dan begitukah masyarakat dikibuli oleh berbagai macam kegemerlapan : dalam kebijakan pemerintah, perusahaan, maupun apa yang disebut hiburan. Betapa semunya kegemerlapan, dan betapa pahitnya kenyataan, terutama ketika nasib bagai ditakdirkan, bukan oleh Tuhan ? tetapi struktur sosial yang dibentuk kebijakan ekonomi dan politik, yang menjadikan manusia hanya eksemplar dari apa yang disebut sumber daya atau massa, dan hanya dihargai dari segi kegunaan.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Apakah kegemerlapan Jakarta mencerminkan kegemerlapan jiwa warga kota? Saya kira tidak. Kegemerlapan Jakarta mencerminkan kepahitan yang bagaikan sia-sia diredamnya.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><br />
</span></span></p>
<p><em>Taken from : </em></p>
<p><em>Novel Seno Gumira Aji Dharma &#8220;AFFAIR : Obrolan tentang Jakarta&#8221; </em></p>
<p><em>Penerbit : Buku Baik, 2004<br />
</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/langitmerahjingga.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/langitmerahjingga.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/langitmerahjingga.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/langitmerahjingga.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/langitmerahjingga.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/langitmerahjingga.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/langitmerahjingga.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/langitmerahjingga.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/langitmerahjingga.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/langitmerahjingga.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/langitmerahjingga.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/langitmerahjingga.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/langitmerahjingga.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/langitmerahjingga.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langitmerahjingga.wordpress.com&amp;blog=2881654&amp;post=122&amp;subd=langitmerahjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitmerahjingga.wordpress.com/2010/05/11/jakarta-tidak-gemerlap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8056e1f8f8c8412f4792e11df46143a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Merah Jingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kertas dan Pena</title>
		<link>http://langitmerahjingga.wordpress.com/2010/05/11/kertas-dan-pena/</link>
		<comments>http://langitmerahjingga.wordpress.com/2010/05/11/kertas-dan-pena/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 May 2010 11:58:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dian April</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dear Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitmerahjingga.wordpress.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[Apa jadinya duniaku tanpa kertas dan pena??? Aku akui, tanpa kertas dan pena, pikiranku tak bisa keluar dengan semestinya. Meski mencoba ‘melukis’ lewat keyboard, namun tak sempurna juga keluarnya segala isi pikiranku. Maka bagiku kertas dan pena adalah bagian dari warna hidupku. Barangkali memang berawal dari sebuah pembiasaan yang bertahun-tahun lamanya. Dimana (sebenarnya) aku suka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langitmerahjingga.wordpress.com&amp;blog=2881654&amp;post=118&amp;subd=langitmerahjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="/DOCUME%7E1/HiLL-Net/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-3.jpg" alt="" /></p>
<p><!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } -->Apa jadinya duniaku tanpa kertas dan pena???</p>
<p>Aku akui, tanpa kertas dan pena, pikiranku tak bisa keluar dengan semestinya. Meski mencoba ‘melukis’ lewat keyboard, namun tak sempurna juga keluarnya segala isi pikiranku. Maka  bagiku kertas dan pena adalah bagian dari warna hidupku.</p>
<p>Barangkali memang berawal dari sebuah pembiasaan yang bertahun-tahun lamanya. Dimana (sebenarnya) aku suka sekali menulis. Tulisan-tulisan pertamaku waktu masih seusia SD adalah surat untuk sahabat penaku. Berawal dari kegemaran membaca majalah Bobo dan Mentari, aku mencari sahabat-sahabat pena. Jika ada profil yang asyik, aku menuliskan sebuah surat untuk mereka. Meski tidak semua berbalas. Tapi kurasa waktu itu aku cukup bijak. Ahh&#8230; mungkin mereka kebanjiran surat.</p>
<p>Walaupun kadang surat-suratku tidak kukirim, tapi aku cukup senang bisa menulis. Menulis pada kertas surat berwarna-warni dengan gambar-gambar cantik dari <em>Harvest</em>- merk kertas surat langgananku. Seringnya kalimat perkenalanku berupa berlembar-lembar surat. Menulis apa saja. Entah apa yang aku pikirkan waktu itu. Yang kuingat hanyalah aku menulis dan menulis. Bercerita dan bercerita.</p>
<p>Sampai kemudian Papa mengenalkanku pada dunia filateli. It’s so cool. Kelas 4 SD, Papa mengajakku ke pameran Filateli. Dari situlah aku mengenal filateli. Hobi yang menuntut ketelatenan luar biasa. Sempat juga waktu itu aku mencoba mengumpulkan perangko bekas balasan surat dari sahabat penaku. Melepaskannya dengan sangat pelahan dan hati-hati dari amplopnya. Fiuuhh&#8230; menakjubkan. Tapi sepertinya bukan style-ku. <span style="font-family:Wingdings;"></span></p>
<p>Menulis dan menulis&#8230; berbekal pena dan kertas. Kertas apa saja. Asal bukan kertas yang sudah penuh dengan coretan atau isi. Hobi menulisku berkembang saat SMP. Ikut ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR). Sayang sekali waktu itu kondisinya setengah mati. Hanya ada kegiatan rekrutmen awal. <em>Blusukan</em> pasar mencari informasi harga bahan-bahan pokok di pasar. Dengan pikiran yang agak bingung waktu itu, ini jurnalistik atau karya ilmiah siihh?? Karena nyatanya kami tidak pernah meneliti. Hehe&#8230;.</p>
<p>Menumpuk buku-buku dan majalah sebagai referensi, kemudian kutulislah sebuah karya pertamaku. Konsepnya ku tulis pada berlembar-lembar kertas HVS. Penuh dengan coretan. Tulisan tidak karuan. Sayang aku lupa judulnya. Yang pasti aku menulis tentang kenakalan remaja. Aku menulisnya waktu duduk dibangku SMP dan cukup puas mendapat predikat juara ketiga dalam lomba karya tulis, mengalahkan senior-seniorku.</p>
<p>Aku bisa katakan waktu itu yang paling tidak enak adalah menjadi juara ketiga. Paling nanggung. Karena juara pertama sudah pasti akan direkomendasikan ke tingkat yang lebih tinggi. Juara kedua prospektif untuk dibina. Maka juara ketiga, ya hanya juara ketiga. Dapat hadiah, selesai sudah cerita. Sejak saat itu aku bertekad tidak mau menjadi juara ketiga. Juara ketiga adalah kegagalan. Juara pertama, kedua, atau tidak juara sama sekali. <span style="font-family:Wingdings;"></span></p>
<p>Dan selama bertahun-tahun kemudian pena dan kertas menemani selalu. Notes kecil tak pernah lupa kubawa dalam perjalananku. Kadang juga aku meninggalkan pena  di beberapa tempat karena lupa kumasukkan kembali ke dalam tasku. Entah coretan yang tak banyak makna atau sekedar ide. Bahkan cerita-cerita.</p>
<p>Aku tidak pernah disiplin dalam menulis. Notesku adalah buku harianku. Sekaligus agenda rapat, catatan kuliah, buku liqo’, sketsa gambarku, isi pikiranku, curahan hatiku, dan banyak lagi isi notes ku jika kalian pernah membukanya. Bahkan sekarang ada tulisan baru. Notes ku adalah buku resep ku. <span style="font-family:Wingdings;"></span></p>
<p>Dalam tulisan kali ini, aku mencoba untuk tidak menggunakan pena dan kertas sama sekali. Hmmm&#8230;. Mudah. Karena ini adalah tulisan ringan. Pada windows yang lain sedang menunggu karya tulis dalam tema yang lebih serius. Masih mencoba tanpa pena dan kertas. Alhasil, betapa lamanya pikiran terpetakan tanpa dua benda itu. Maka kubiarkan saja windows sebelah sementara tak tersentuh. <span style="font-family:Wingdings;"></span></p>
<p><span style="font-family:Wingdings;"><br />
</span></p>
<p>Saat lewat tengah malam,</p>
<p>Surabaya, 10 Mei 2010</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/langitmerahjingga.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/langitmerahjingga.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/langitmerahjingga.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/langitmerahjingga.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/langitmerahjingga.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/langitmerahjingga.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/langitmerahjingga.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/langitmerahjingga.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/langitmerahjingga.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/langitmerahjingga.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/langitmerahjingga.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/langitmerahjingga.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/langitmerahjingga.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/langitmerahjingga.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langitmerahjingga.wordpress.com&amp;blog=2881654&amp;post=118&amp;subd=langitmerahjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitmerahjingga.wordpress.com/2010/05/11/kertas-dan-pena/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8056e1f8f8c8412f4792e11df46143a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Merah Jingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AKU PEREMPUAN, MELUKIS USIA</title>
		<link>http://langitmerahjingga.wordpress.com/2010/04/21/aku-perempuan-melukis-usia/</link>
		<comments>http://langitmerahjingga.wordpress.com/2010/04/21/aku-perempuan-melukis-usia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2010 13:35:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dian April</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitmerahjingga.wordpress.com/2010/04/21/aku-perempuan-melukis-usia/</guid>
		<description><![CDATA[Melangkah pada malam-malam selepas senja tenggelam Menghirup dalam-dalam aroma udara basah hingga sepenuh paru-paru. Lukisanku pada kanvas kehidupan belumlah purna Dan warna-warna masih riuh bercerita Tentang perjalanan pada lorong-lorong cahaya, tentang petualangan melintas gunung dan lembah, melewati tebing dan jurang, menembus kabut pekat. Tentang savana dibalik bukit, tentang laut biru di ujung cakrawala, dan ttg [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langitmerahjingga.wordpress.com&amp;blog=2881654&amp;post=117&amp;subd=langitmerahjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melangkah pada malam-malam selepas senja tenggelam<br />
Menghirup dalam-dalam aroma udara basah<br />
hingga sepenuh paru-paru.</p>
<p>Lukisanku pada kanvas kehidupan belumlah purna<br />
Dan warna-warna masih riuh bercerita<br />
Tentang perjalanan pada lorong-lorong cahaya,<br />
tentang petualangan melintas gunung dan lembah,<br />
melewati tebing dan jurang,<br />
menembus kabut pekat.<br />
Tentang savana dibalik bukit, tentang laut biru di ujung cakrawala,<br />
dan ttg impian terbang melintas gugusan awan.</p>
<p>Melukis kembara kehidupan<br />
Melintas<br />
Menerjang<br />
Menembus batas<br />
Mendaki<br />
Memburu<br />
Berlari<br />
Jatuh dan berdiri.</p>
<p>Aku menghela nafas lelah<br />
Berdiri pada batas kepayahan<br />
Antara maya dan nyata.</p>
<p>Tersadar akan irama syahdu<br />
Menghentak seluruh sendi<br />
Menyadarkan sepenuh jiwa raga<br />
&#8220;AKU adalah dekat&#8230;&#8221;</p>
<p>Dalam sadar aku masih bernafas<br />
Aku masih punya waktu<br />
Dan masih harus terus menjalin rasa dan asa,<br />
dengan warna citra hidup yang masih tersisa,<br />
pada kanvas bernyawa.<br />
Hingga saatnya nanti tiba pada terminal realita<br />
Saat bilangan usia tak mampu lagi bertambah<br />
Sedang waktu tak mungkin kembali.</p>
<p>Dan aku bukan perempuan lemah,<br />
berteriak terluka,<br />
terkulai,<br />
menyerah pada masa.</p>
<p>Aku perempuan tangguh<br />
tak ingin kecewa pada masa usia,<br />
tak akan menyerah<br />
sebelum tuntas lukisanku pada kanvas bernyawa,<br />
kanvas kehidupan.</p>
<p>&#8220;Dan AKU adalah dekat&#8230;.&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/langitmerahjingga.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/langitmerahjingga.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/langitmerahjingga.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/langitmerahjingga.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/langitmerahjingga.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/langitmerahjingga.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/langitmerahjingga.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/langitmerahjingga.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/langitmerahjingga.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/langitmerahjingga.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/langitmerahjingga.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/langitmerahjingga.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/langitmerahjingga.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/langitmerahjingga.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langitmerahjingga.wordpress.com&amp;blog=2881654&amp;post=117&amp;subd=langitmerahjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitmerahjingga.wordpress.com/2010/04/21/aku-perempuan-melukis-usia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8056e1f8f8c8412f4792e11df46143a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Merah Jingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>REMBULAN DALAM CAPPUCINO</title>
		<link>http://langitmerahjingga.wordpress.com/2010/04/11/rembulan-dalam-cappucino/</link>
		<comments>http://langitmerahjingga.wordpress.com/2010/04/11/rembulan-dalam-cappucino/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Apr 2010 09:55:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dian April</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hobbies]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[seno gumira]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitmerahjingga.wordpress.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[SEMINGGU setelah perceraiannya, perempuan itu memasuki sebuah kafe, dan memesan Rembulan dalam Cappuccino. Ia datang bersama senja, dan ia harus menunggu malam tiba untuk mendapatkan pesanannya. CAPPUCCINO1) dalam lautan berwarna coklat, datang langsung dari tercemplung cangkir, tenggelam sebentar, tapi lantas pingpong-tapi bukan bola pingpong, ini rembulan. Semua orang berada dalam kafe diam-diam melangkah keluar, menengok [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langitmerahjingga.wordpress.com&amp;blog=2881654&amp;post=115&amp;subd=langitmerahjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 		A:link { so-language: zxx } --><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">SEMINGGU setelah perceraiannya, perempuan itu memasuki sebuah kafe, dan memesan Rembulan dalam Cappuccino. Ia datang bersama senja, dan ia harus menunggu malam tiba untuk mendapatkan pesanannya.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">CAPPUCCINO</span></span><sup><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">1)</span></span></sup><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> dalam lautan berwarna coklat, datang langsung dari tercemplung cangkir, tenggelam sebentar, tapi lantas pingpong-tapi bukan bola pingpong, ini rembulan. Semua orang berada dalam kafe diam-diam melangkah keluar, menengok ke langit, ingin membuktikan dengan mata kepala sendiri bahwa terapung-apung cangkir perempuan sebenarnya, seperti telah pelajari semenjak di sekolah dasar, yakni yang tiada pernah mereka saksikan sisi gelapnya, dan rembulan itu memang sudah tidak ada.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Mereka bergumam, tapi tidak menjadi gempar, bahkan pura-pura seperti tidak terpengaruh sama sekali. Mereka kembali duduk, berbincang dengan bahasa yang beradab, namun diam-diam melirik, seperti kepalsuan yang telah biasa mereka peragakan selama ini. Para pelayan<br />
yang berbaju putih lengan panjang, mengenakan rompi, berdasi kupu-kupu, dan rambutnya tersisir rapi diam-diam juga memperhatikan. Semenjak kafe itu berdiri sepuluh tahun lalu, baru kali ini ada yang memesan Rembulan dalam Cappuccino. Kafe itu memang menyediakannya, dan minuman itu memang hanya bisa dipesan satu kali, karena rembulan<br />
memang hanya satu.</span></span></p>
<p>“<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Rembulan dalam Cappuccino, satu!” Teriak pelayan ke dapur, dan kepala bagian dapur memijit-mijit nomor hp, seolah-olah ada persiapan khusus.</span></span></p>
<p>“<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Akhirnya tiba juga pesanan ini,” katanya, “aku sudah bosan melihatnya di daftar menu tanpa pernah ada yang pesan.”</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Kepala dapur itu bicara dengan entah siapa melalui hp.</span></span></p>
<p>“<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Iyalah, turunin aja, sudah tidak ada lagi yang membutuhkan rembulan.”</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Perempuan itu bukan tidak tahu kalau orang-orang memperhatikannya. Apakah perempuan itu akan memakan rembulan itu, menyendoknya sedikit demi sedikit seperti menyendok es krim, ataukah akan menelannya begitu saja seperti Dewa Waktu menelan matahari?</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Ia memperhatikan rembulan yang terapung-apung di cangkirnya, permukaan cappuccino masih dipenuhi busa putih, seperti pemandangan Kutub Utara-tapi cappuccino itu panas, bagaikan masih mendidih. Ia senang dengan penampakan itu, dingin tapi panas, panas tapi dingin, segala sesuatu tidak selalu seperti tampaknya.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">SEMINGGU kemudian, seorang lelaki memasuki kafe itu, dan memesan minuman yang sama.</span></span></p>
<p>“<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Rembulan dalam Cappuccino,” katanya.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Para pelayan saling berpandangan.</span></span></p>
<p>“<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Oh, minuman itu sudah tidak lagi ada Tuan, seorang perempuan telah memesannya minggu lalu.”</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Lelaki itu terpana.</span></span></p>
<p>“<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Apakah Tuan tidak memperhatikan, sudah tidak ada rembulan lagi dalam seminggu ini?”</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Lelaki itu tersentak.</span></span></p>
<p>“<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Seorang perempuan? Istri saya? Eh, maaf, bekas istri saya?”</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Para pelayan saling berpandangan. Salah seorang pelayan menjelaskan ciri-ciri perempuan yang telah memesan Rembulan dalam Cappuccino itu.</span></span></p>
<p>“<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Ah, pasti dia! Dasar! Apa sih yang tidak ingin ditelannya dari dunia ini? Apakah dia makan rembulan itu?”</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Para pelayan saling berpandangan lagi.</span></span></p>
<p>“<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Tidak Tuan…”</span></span></p>
<p>“<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Jadi?”</span></span></p>
<p>“<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Kalau memang perempuan itu istri Tuan…”</span></span></p>
<p>“<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Bekas….”</span></span></p>
<p>“<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Maaf, bekas istri Tuan, mungkin Tuan masih bisa mendapatkan rembulan itu.”</span></span></p>
<p>“<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Maksudmu?”</span></span></p>
<p>“<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Dia tidak memakannya Tuan, dia minta rembulan itu dibungkus.”</span></span></p>
<p>“<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Dibungkus?”</span></span></p>
<p>“<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Ya Tuan, ia tidak menyentuhnya sama sekali, hanya memandanginya saja berjam-jam.”</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Para pelayan di kafe itu teringat, betapa perempuan itu mengaduk-aduk Rembulan dalam Cappuccino, bahkan menyeruput cappuccino itu sedikit- sedikit, tapi tidak menyentuh rembulan itu sama sekali. Perempuan itu hanya memandanginya saja berlama-lama, sambil sesekali mengusap air mata.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Mereka ingat, perempuan itu masih di sana dengan air mata bercucuran, dan masih tetap di sana, kebetulan di tempat sekarang lelaki itu duduk, sampai tamu-tamu di kafe itu habis menjelang dini hari.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Kemudian dia meminta rembulan itu dibungkus. Ketika dibungkus, rembulan sebesar bola pingpong yang semula terapung-apung di dalam cangkir itu berubah menjadi sebesar bola basket.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Itulah sebabnya kepala dapur meminta agar pencoretan Rembulan dalam Cappuccino dari daftar menu ditunda.</span></span></p>
<p>“<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Rembulan itu belum hilang,” katanya, “siapa tahu perempuan itu mengembalikannya.”</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Lelaki itu memandang pelayan yang berkisah dengan seru. Ia baru sadar semua orang memandang ke arahnya. Ketika ia menoleh, tamu-tamu lain itu segera berpura-pura tidak peduli, padahal penasaran sekali.</span></span></p>
<p>“<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Kalau dia muncul lagi, tolong katakan saya juga mau rembulan itu.”</span></span></p>
<p>“<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Ya Tuan.”</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Lelaki itu melangkah pergi, tapi sempat berbalik sebentar.</span></span></p>
<p>“<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Dan tolong jangan panggil saya Tuan,” katanya, “Seperti main drama saja.”</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Padahal ia sangat menikmati perlakuan itu-seperti yang dilakukan bekas istrinya sebelum mereka berpisah.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">TIADA rembulan di langit. Tidak pernah terbayangkan akan terjadi betapa tiada lagi rembulan di langit malam. Namun di kota cahaya, siapakah yang masih peduli rembulan itu ada atau tidak?</span></span></p>
<p>“<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Yang masih peduli hanyalah orang- orang romantis,” kata perempuan itu kepada dirinya sendiri.</span></span></p>
<p>“<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Atau pura-pura romantis,” katanya lagi.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Dia berada di suatu tempat tanpa cahaya, kelam, begitu kelam, seperti ditenggelamkan malam, sehingga bintang-bintang yang bertaburan tampak jelas, terlalu jelas, seperti peta dengan nama-nama kota. Perempuan itu belum lupa, apalah artinya nasib satu manusia di tengah semesta, nasib yang sebetulnya jamak pula dialami siapa pun jua di muka bumi<br />
yang sebesar merica.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Namun, ia merasa bagaikan kiamat sudah tiba. Agak malu juga sebetulnya.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Banyak orang lain harus hidup dengan gambaran bagaimana ayahnya diambil dari rumahnya di tengah malam buta. Digelandang dan diarak sepanjang kota sebelum akhirnya disabet lehernya dengan celurit sehingga kepalanya menggelinding di jalanan dan darahnya menyembur keatas seperti air mancur deras sekali sampai menciprati orang-orang yang mengaraknya itu. Tidak sedikit orang yang hidup dengan kutukan betapa ibunya telah menjadi setan jalang yang memotong-motong alat kelamin lelaki sambil menyanyi dan menari, dan karena itu berhak disiksa dan diperkosa, padahal semua itu merupakan kebohongan terbesar di muka bumi. Hidup ini bisa begitu buruk bagi orang baik-baik meskipun tidak mempunyai kesalahan sama sekali. Tanpa pembelaan sama sekali.</span></span><sup><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">2)</span></span></sup><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> Tanpa pembelaan. Tanpa…</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Langit malam tanpa rembulan. Ada yang terasa hilang memang. Tapi selebihnya baik-baik saja. Tentu kini hanya bisa dibayangkannya bagaimana rembulan itu seperti perahu yang membawa kelinci pada malam hari dan mendarat di Pulau Jawa. Namun, tidakkah manusia lebih banyak hidup dalam kepalanya daripada dalam dunia di luar batok kepalanya<br />
itu? Apabila dunia kiamat, dan tidak ada sesuatu lagi kecuali dirinya sendiri entah di mana, ia bahkan masih memiliki sebuah dunia di dalam kepalanya. Tanpa rembulan di langit ia bisa melihat rembulan seperti perahu membawa kelinci yang mendarat di Pulau Jawa.</span></span><sup><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">3)</span></span></sup></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Rembulan itu berada di punggungnya sekarang, terbungkus dan tersimpan dalam ransel-apakah ia berikan saja kepada bekas suaminya, yang diketahuinya selalu bercita-cita memesan Rembulan dalam Cappuccino? Kalau mau kan banyak cappuccino instant di lemari dapur (ia lebih tahu tempat itu daripada suaminya) dan meski rembulan di punggungnya<br />
sekarang sebesar bola basket, nanti kalau mau dimasukkan cangkir akan menyesuaikan diri menjadi sebesar bola pingpong. Dia dan bekas suaminya sebetulnya sama-sama tahu betul hukum rembulan itu, tapi itu cerita masa lalu- sekarang ia berada di sebuah jembatan dan sedang berpikir, apakah akan dibuangnya saja rembulan itu ke sungai, seperti membuang suatu masalah agar pergi menjauh selamanya dan tidak pernah kembali? Setiap orang mempunyai peluang bernasib malang, kenapa dirinya harus menjadi perkecualian? Ia seperti sedang mencurigai dirinya sendiri, jangan-jangan ia hanya mewajibkan dirinya berduka,<br />
karena selayaknyalah seorang istri yang diceraikan dengan semena-mena merasa terbuang, padahal perpisahan itu membuat peluangnya untuk bahagia terbuka seluas semesta…</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Dalam kegelapan tanpa rembulan, perempuan itu tidak bisa melihat senyuman maupun air matanya sendiri di permukaan sungai yang mengalir perlahan- dan ia tak tahu apakah masih harus mengutip Pablo Neruda.</span></span><sup><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> </span></span></sup></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Tonight I can write the saddest lines…. </span></span><sup><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">4)</span></span></sup></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">TIGA minggu kemudian, pada hari hujan yang pertama musim ini, perempuan itu muncul lagi di kafe tersebut.</span></span></p>
<p>“<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Saya kembalikan rembulan ini, bisa diganti soto Betawi?”</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Itulah masalahnya.</span></span></p>
<p>“<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Tidak bisa Puan, kami tidak punya soto Betawi, ini kan restoran Itali?</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Nah!</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Pondok Aren,</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Minggu 31 Agustus 2003. 07:40.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><br />
</span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>1. Kopi tradisional Italia, biasanya untuk sarapan-kopi espresso yang dibubuhi susu panas dan buih, sering juga ditaburi cokelat, dalam seduhan air panas 80 derajat celsius, dihidangkan dengan cangkir. (Sumber: dari bungkus gula non- kalori Equal).</em></span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>2. Tentang penyiksaan sesama manusia Indonesia, bisa dilacak dalam sejumlah dokumen, antara lain, Pipit Rochijat, “Am I PKI or Non PKI?” dalam Indonesia edisi 40 (Oktober 1985); A Latief, Pleidoi Kol. A. Latief: Soeharto Terlibat G 30 S (2000); Sulami, Perempuan-Kebenaran dan Penjara (1999); Sudjinah, Terempas Gelombang Pasang (2003), dan<br />
tentu saja Pramoedya Ananta Toer, Nyanyi Tunggal Seorang Bisu (1995).</em></span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>3. Dari Sumanasantaka (sekitar 1204) karya Mpu Monaguna: “sang hyang candra bangun bahitra dateng ing kulem amawa sasa mareng jawa.” Tentang segi astronomi bait ini, apakah itu bulan sabit di cakrawala sehingga bentuknya seperti perahu, ataukah bulan purnama, yang memungkinkan gambaran seekor kelinci, baca PJ Zoetmulder, Kalangwan:<br />
Sastra Jawa Kuno Selayang Pandang (1983), terjemahan Dick Hartoko, h238.</em></span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>4. Puedo escribir los versos mas triste esta noches-dari “Puedo Escribir” (”Tonight I Can Write”) dalam Pablo Neruda (1904-1973), 20 Puemas de amor y una Cancion desesperada (Twenty Love Poems and a Song of Despair), 1924, terjemahan ke dalam bahasa Inggris oleh WS Merwin, terbit pertama kali tahun 1969.</em></span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>NOVEL  : Seno Gumira Ajidarma dalam buku Lingae.<br />
</em></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/langitmerahjingga.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/langitmerahjingga.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/langitmerahjingga.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/langitmerahjingga.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/langitmerahjingga.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/langitmerahjingga.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/langitmerahjingga.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/langitmerahjingga.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/langitmerahjingga.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/langitmerahjingga.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/langitmerahjingga.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/langitmerahjingga.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/langitmerahjingga.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/langitmerahjingga.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langitmerahjingga.wordpress.com&amp;blog=2881654&amp;post=115&amp;subd=langitmerahjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitmerahjingga.wordpress.com/2010/04/11/rembulan-dalam-cappucino/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8056e1f8f8c8412f4792e11df46143a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Merah Jingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KOMPARASI NASKAH : MERETAS JALAN MEMAHAMI MARKETING</title>
		<link>http://langitmerahjingga.wordpress.com/2010/04/11/komparasi-naskah-meretas-jalan-memahami-marketing/</link>
		<comments>http://langitmerahjingga.wordpress.com/2010/04/11/komparasi-naskah-meretas-jalan-memahami-marketing/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Apr 2010 09:52:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dian April</dc:creator>
				<category><![CDATA[pembelajar]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitmerahjingga.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Sampai hari ini aku masih berusaha meraba tentang dunia yang satu ini. MARKETING. Pada awalnya dulu sekilas terlihat menjemukan dan sangat tidak menarik. Dan jujur pada akhirnya ‘terpaksa’ mempelajarinya juga karena tuntutan study. Kemudian ketika mendapat grade yang cukup bagus pada mata kuliah ini, aku pun kembali bertanya dalam hati, “Apa yang sebenarnya kudapatkan sampai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langitmerahjingga.wordpress.com&amp;blog=2881654&amp;post=113&amp;subd=langitmerahjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } -->Sampai hari ini aku masih berusaha meraba tentang dunia yang satu ini. <strong>MARKETING</strong>. Pada awalnya dulu sekilas terlihat menjemukan dan sangat tidak menarik. Dan jujur pada akhirnya ‘terpaksa’ mempelajarinya juga karena tuntutan <em>study</em>. Kemudian ketika mendapat grade yang cukup bagus pada mata kuliah ini, aku pun kembali bertanya dalam hati, “Apa yang sebenarnya kudapatkan sampai nilaiku bagus begini?”.</p>
<p>Karena sejujurnya<em>, I got nothing</em>. Kupikir karena bidang yang satu ini terlalu mudah untuk dinalar dan lebih faktual-kah atau bagaimana, aku juga tidak yakin. Ataukah mungkin <em>grade</em>-ku hanya keberuntungan. <em>Oh my God, thanks! I wish for my lucky in another things</em>. <span style="font-family:Wingdings,serif;"></span></p>
<p>Baru sadar ketika suatu hari seorang teman memberiku pertanyaan, “Apa perbedaan <em>Sales</em> dan <em>Marketing?”. It’s sound ‘Woww&#8230;!!</em>’. Kenapa aku tidak pernah terpikir untuk memahami perbedaannya walaupun tahu pasti kalau jelas berbeda.</p>
<p>Kemudian kubuka lagi Philip Kotler – <em>‘Manajemen Pemasaran’</em>, Ackerman – ‘<em>Identity is Destiny’</em>, dan Lingga Purnama – <em>‘Strategic Marketing Plan’</em>. Oh ya ada lagi. Tapi bukunya terdampar di sebuah gudang di kost-kostan lama di Jakarta. Hehehehe&#8230;.. Friedman – <em>‘World is Flat’</em>. Isinya sudah nempel di kepala. Ditambah dengan sebuah artikel berseri <em>Grow with Character! </em>dari harian Jawa Pos (Kamis, 11 Maret 2010) yang ditulis Hermawan Kertajaya, berjudul <em>‘Simplicity of Al Ries : From New York City to Atlanta’.</em> Perlu diketahui, Al Ries adalah seorang pakar dunia marketing. Salah satu buku besarnya adalah <em>‘Marketing Warfare’</em>.</p>
<p>Semua isi naskah-naskah bercampur tidak keruan lagi di otakku. Bukan ruwet, tapi ketemu jalannya<em>. Insya Allah</em>&#8230;. <span style="font-family:Wingdings,serif;"></span></p>
<p>Inilah yang kuraba pada akhirnya. Marketing, pada dasarnya adalah inti dari aktifitas <em>corporate/bussiness</em>, baik barang maupun jasa. Marketing menghubungkan produsen dengan konsumen. Dan awal dari kegiatan marketing  dimulai dari identifikasi tentang apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh konsumen? Identifikasi diawali dengan kegiatan analisa situasi pemasaran dan riset pemasaran. Bisa dilakukan survey terhadap konsumen,  atau analisa terhadap lingkungan, analisis perilaku konsumen, analisa perilaku pesaing. Kemudian data dan informasi mengenai kebutuhan konsumen ini diteruskan ke bagian produksi untuk dapat diwujudkan.</p>
<p>Bagian selanjutnya dari marketing adalah bagaimana cara pemenuhan kebutuhan konsumen dapat diwujudkan dan sampai ke tangan konsumen? Dari sinilah kemudian muncul strategi produk, strategi harga, strategi distribusi, strategi promosi, strategi penjualannya (sampai ke tangan konsumen). Dari sinilah yang namanya <em>selling/sales</em> bermula. Wilayah <em>selling</em> menyangkut mobilitas barang mulai dari gudang/<em>stock</em> sampai ke tangan konsumen.</p>
<p>Laurence D. Ackerman dalam ‘<em>Identity is Destiny’</em>-nya memaparkan tentang konsep <em>identity-based management</em>. Ini adalah tentang konsep penciptaan nilai yang membuat unik satu <em>corporate</em> dengan <em>corporate</em> lain. Terdengar idealis ya? Memang idealis. Tapi bila konsep ini diintegrasikan dengan marketing, maka akan membantu perusahaan dalam menciptakan strategi/formula bisnis yang unik, lain dari pada yang lain. Entah itu strategi produk, sampai promosinya. Dengan identitas corporate ini, para agen-agen periklanan pun akan lebih mudah bekerja membuat iklan. Perlu diingat bahwa dalam dunia bisnis ada lingkungan eksternal yang bernama pesaing. Keunikan itulah yang kemudian sangat penting dan dibutuhkan dalam bisnis.</p>
<p>Sebenarnya Ackerman lebih membahas tentang penciptaan identitas di internal corporate. Misalnya pada gaya kepemimpinan CEO yang jelas berpengaruh pada penciptaan nilai dan identitas untuk karyawan atau <em>low level management</em>. Dan secara global, identitas ini yang kemudian membentuk gambaran unik corporate secara utuh.</p>
<p>Sedangkan Thomas Friedman dalam <em>‘World is Flat’</em>-nya secara tidak langsung bersyukur atas kemajuan teknologi komunikasi dan informasi. Karena hal inilah telah mempermudah kerja-kerja marketing. Misalnya saja, tanpa harus <em>hang arround</em> kesana kemari, produk yang akan anda promosikan bisa terkenal di seluruh dunia hanya dengan mempublikasikannya di internet lewat <em>e-commerce. </em></p>
<p>Terakhir, tentang strategi luar biasa yang baru aku dengar. Dan dalam artikel itu berisikan strategi marketing secara sederhana tapi dalam tentu saja. Dan ini belum aku temukan di buku manapun juga. <em>It’s sound nice&#8230; ^_^</em>Terdengar simple, tapi cukup mewakili pembahasan tentang strategi marketing yang bukunya seabrek-abrek dan tebal-tebal. Ada kalimat menarik yang ditulis Hermawan Kertajaya yang dikutip dari Al Ries, yaitu menganalogikan persaingan dengan peperangan.</p>
<p>Empat strategi marketing :</p>
<p>1. <em>Defensive</em>, kalau anda <em>market leader</em>. Jangan diam saja atau tidur nyenyak kalau anda sudah menjadi yang terbesar. <em>That&#8217;s the market leader</em>. Tapi tetap waspada dan melihat apa yang dilakukan pesaing. Serang dulu, sebelum mereka menjadi besar! Posisikan diri di atas gunung karena pemandangan yang bisa dilihat di bawah lebih luas kan.. &#8220;Pertahanan terbaik adalah penyerangan&#8221;. Dengan demikian pesaing tidak akan menjadi besar.</p>
<p>2. <em>Offensive</em>. Kalau anda pemain nomor dua atau tiga dan punya tenaga dan nyali besar, ini yang harus dilakukan! Serang saja market leader di &#8220;kekuatannya&#8221;, dengan menghantam titik lemahnya. David menghantam pas di titik lemah kekuatan Goliath dan menang! Kayak pasukan kavaleri yang maju terus secara agresif. Tapi ada resiko yang musti ditanggung. Gagal! Hancur! Karena itu perlu diperhitungkan, dibandingkan,antara kekuatan anda dan pesaing. Apakah musuhnya tidur atau waspada. Kalau tidur dan tidak menjalankan defensif, serang saja. Tapi kalau terjaga dan waspada, diam dulu.</p>
<p>3. <em>Flanking strategy</em>. Menghindar, tapi membuat sesuatu yang tidak langsung menyerang. Bagaimana membuat <em>market leader</em> merasa tidak diserang. Tidak perlu <em>jor-joran</em> mengatakan yang paling bagus dibanding <em>market leader</em>. Tapi cari besarkan saja keunggulan lain dari produk anda yang tidak dibesarkan oleh <em>market leader</em>.</p>
<p>4. <em>Guerilla</em>, kalau mau maen kucing-kucingan dan tidak mau membangunkan macan tidur. Biasanya pemain <em>niche market</em>. Bisa dikatakan strategi ini yang penting dapat <em>profit</em> dan tetap bisa melayani konsumen. Konsumennya kecil tapi banyak maunya. Huhhh&#8230;. Sepertinya aku tidak sengaja mengadopsi strategi ini untuk bisnis ‘<em>Cookies Home Made’</em>-ku. <span style="font-family:Wingdings,serif;"></span></p>
<p>Betapa Al Ries yang dikutip Hermawan Kertajaya memperkenalkan konsep <em>simplification</em>. Jangan memperuwet sesuatu dengan melakukan analisis yang pada akhirnya bisa mematikan diri sendiri. Yang penting WHY harus cukup tajam tapi simple! WHAT yang clear! Trus susun <em>action plan</em> di HOW! That&#8217;s WHY, WHAT, HOW gaya Al Ries. <em>The success formula is simple as that</em>! Wow&#8230;</p>
<p><em>This is it! </em>Marketing dalam rabaanku dengan mengkomparasikan sumber-sumber  yang saat ini sedang aku pegang. Yang memang sengaja aku raba untuk keperluan pemahaman terhadap study-ku dan juga untuk mencari ‘klik’ dari bisnis yang sedang dan akan aku jalankan<em>. It’s my way&#8230; ^_^</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/langitmerahjingga.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/langitmerahjingga.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/langitmerahjingga.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/langitmerahjingga.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/langitmerahjingga.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/langitmerahjingga.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/langitmerahjingga.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/langitmerahjingga.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/langitmerahjingga.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/langitmerahjingga.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/langitmerahjingga.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/langitmerahjingga.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/langitmerahjingga.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/langitmerahjingga.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langitmerahjingga.wordpress.com&amp;blog=2881654&amp;post=113&amp;subd=langitmerahjingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitmerahjingga.wordpress.com/2010/04/11/komparasi-naskah-meretas-jalan-memahami-marketing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8056e1f8f8c8412f4792e11df46143a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Merah Jingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
