Dian April’s Weblog
Just another WordPress.com weblog

Archive for the 'Dear Diary' Category

How Are U?

Oktober 17, 2008

Apa kabar blog ku? Lama tak kugoreskan sebentuk kisah ataupun secuil keisengan pada page ini. Lama bangeeeettt…
Apa kabar blog ku? Aku sekarang di Kediri. Back to my home town. Merapikan kembali serpihan-serpihan hati yang retak untuk sebuah asa.
Apa kabar blog ku? Aku masih tegar disini, dalam berlikunya dinamisasi hidup. Aku masih lantang berteriak tentang lambatnya [...]

Don’t Go!

Juni 20, 2008

Aku suka gunung. Bagiku gunung tempat yang asyik untuk berkontemplasi. Tempat yang cocok untuk sesaat menemukan kedamaian.
Aku suka gunung. Karena ketika aku dipuncak, berasa betapa aku ini perkasa. Aku kuat. Aku tangguh. Aku kokoh.
Aku suka gunung. Karena disinilah sepertinya nyawaku kembali penuh.
Di jakarta nggak ada gunung. Kalau pun ada paling2 Gunung Agung (TB) atau gunung [...]

MU ku tadi malem

April 30, 2008

Lagi-lagi aku melewatkan MU. Menyebalkan!!! Padahal kemaren maennya keren, kata temen-temen. Dengan skor 1 – 0 bisa mengalahkan Barcelona dan maju ke final champion europe 2008.
Aku dah bela-belain melek. Tekun belajr buat persiapan ujian. Cieee… ) Tapi pas sekitar jam 1 an tiba-tiba ngantuk bangeeeetttt…. Kantuk gak bisa ditahan. Hmm… Barang kali ada yang [...]

My Blog

April 29, 2008

Hmm…. Beberapa kali punya blog tapi gak pernah keurus. Yang sbelumnya sebenernya keurus sih.. Cuman karena sesuatu hal akhirnya blog lama mati. Gak ngurus bek up nya. Biarin dah.
Blog ini juga… Dah bikin sejak bulan februari, tapi gak keurus juga. Sebenarnya banyak hal yang pengen di share. Tapi entahlah. Nggak fokus ke blog aja, jadinya [...]

NOCTURN

April 29, 2008

Seperti malam-malam sebelumnya… Berjalan ringan di atas jembatan penyeberangan UNJ. Mencari rembulan dan bintang di sekelilingnya. Suatu hal yang selalu membuat riang dan terasa lepas beban setelah ‘berjuang’ seharian.
Malam ini tak ada bintang. Tak ada rembulan. Tak ada langit merah jakarta.
Malam ini kelam, malam ini sepi, malam ini… Entahlah. Mendung merenggut rembulanku. Merebut bintangku.
Ahh… Biar [...]