NOCTURN
Seperti malam-malam sebelumnya… Berjalan ringan di atas jembatan penyeberangan UNJ. Mencari rembulan dan bintang di sekelilingnya. Suatu hal yang selalu membuat riang dan terasa lepas beban setelah ‘berjuang’ seharian.
Malam ini tak ada bintang. Tak ada rembulan. Tak ada langit merah jakarta.
Malam ini kelam, malam ini sepi, malam ini… Entahlah. Mendung merenggut rembulanku. Merebut bintangku.
Ahh… Biar saja. Akan ada malam-malam berikutnya. Kuyakin mereka akan ada untukku.
Nocturn… Begitu rahasianya. Bahkan teknologi jaman sekarang belum cukup mampu melampauinya, sebagaimana teknologi telah merambah sampai ke pangkal siang.
Nocturn… Begitu damainya. Bahkan aku rela terjaga untuk menikmatinya. Hanya untuk sebuah damai. Jikalau sunatullah manusia istirahat bukan pada malam hari, maka aku gak akan risau bila sampai pagi masih terjaga. Hanya karena sunatullah, aku bingung kenapa sampai pagi tak bisa pejamkan mata.
Nocturn… Menginspirasi. Memberi ilham. Sekaligus… Memberi sakit.
Allah… Maaf ya. Kyknya aku sering keluar batas sunatullahMu deh. Apalagi hari ini. Ntar malam ada semifinal champion. MU vs Barca. Belum lagi banyak bahan UAS yang belum aku pelajari. Hehe….
Bismillah… Begadang lagi malem ini.
Loading...